NGAMPRAH, 5 Januari 2026. Di bawah langit cerah pusat pemerintahan Kabupaten Bandung Barat (KBB), sebuah babak baru dalam pelayanan publik resmi dimulai. Senin (5/1/2026), Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, secara simbolis menancapkan kapak ke sebuah balok kayu—sebuah gestur penuh makna khas korps “Yudha Brama Jaya”—sebagai tanda diresmikannya Markas Komando (Mako) Tahap 1 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat.
Peresmian ini bukan sekadar seremoni serah terima kunci bangunan fisik. Di balik tembok gedung yang berdiri kokoh tersebut, tersimpan harapan besar akan peningkatan respons keselamatan bagi lebih dari 1,8 juta jiwa penduduk Bandung Barat.

Lebih dari Sekadar Memadamkan Api
Dalam sambutannya yang hangat, Bupati Jeje Ritchie Ismail menekankan bahwa kehadiran gedung ini adalah refleksi dari visi “Bandung Barat Amanah”. Ia menyoroti pergeseran paradigma tugas pemadam kebakaran yang kini telah bertransformasi menjadi garda terdepan penyelamatan dalam berbagai sendi kehidupan masyarakat.
”Selama ini, mungkin yang terbayang hanya persoalan api. Namun kenyataannya, tugas mereka sangat beragam; mulai dari evakuasi cincin di jari, penyelamatan hewan, hingga kondisi darurat lainnya. Ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah saat masyarakat paling membutuhkan pertolongan,” ujar Jeje di hadapan tamu undangan yang meliputi pimpinan DPRD KBB, Kapolres Cimahi, serta jajarannya.
Bupati juga memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi personel yang bekerja tanpa mengenal waktu. “Mereka bersiaga 24 jam. Kadang saat sedang makan atau beristirahat, panggilan tugas datang dan mereka harus segera turun. Mari kita berikan apresiasi setinggi-tingginya,” tambahnya yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Transformasi Menuju Tipe A
Seiring dengan peresmian gedung, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB juga mencatatkan sejarah dengan peningkatan status dari tipe C menjadi tipe A. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, pihaknya telah menangani sebanyak 1.371 laporan kejadian.
”Laporan penyelamatan mendominasi dengan 1.220 kejadian, seperti evakuasi ular dan sarang tawon. Hal ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya,” papar Siti Aminah.
Meski pembangunan gedung baru terealisasi sekitar 30 persen dari rencana keseluruhan, Siti optimis bahwa fasilitas ini akan memacu profesionalisme 166 personel yang kini seluruhnya telah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK.
”Gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan personel dan kualitas pelayanan. Kami berharap dukungan anggaran terus mengalir untuk penyelesaian pembangunan serta peningkatan kesejahteraan anggota di lapangan,” ungkapnya penuh harap.
Sinergi dan Harapan Masa Depan
Acara yang berlangsung khidmat ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD KBB, M. Mahdi, serta anggota legislatif lainnya. Kehadiran para pimpinan dewan ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan dukungan anggaran bagi sektor keselamatan publik.
Dalam catatan jurnalis, tantangan geografis KBB yang luas memang menuntut sebaran pos wilayah yang merata. Saat ini, Damkar KBB telah memiliki pos di Lembang, Cikalongwetan, Cipatat, Cililin, dan Sindangkerta. Rencananya, tahun ini Pos Wilayah Padalarang akan segera menyusul melalui dukungan Pemerintah Pusat dan kolaborasi antardaerah.
Peresmian ini diakhiri dengan pesan menyentuh dari Bupati Jeje agar gedung tersebut dirawat dengan hati. “Jangan hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi jadikanlah pusat semangat pengabdian, kedisiplinan, dan pelayanan yang humanis,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya Mako Tahap 1 ini, masyarakat Kabupaten Bandung Barat kini memiliki sandaran yang lebih kokoh saat keadaan darurat menyapa. Sebuah langkah kecil dari sebuah gedung, namun langkah besar bagi rasa aman seluruh warga. (red)