Silaturahmi dan Pengajian, Majelis Taklim Darussalam Perkuat Kepedulian Sosial di Cibabat.

Cimahi, Jawa Barat, 10 Januari 2026. Suasana silaturahmi yang dibingkai pengajian mewarnai pertemuan Majelis Taklim Darussalam di Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi. Kegiatan yang rutin digelar sebulan sekali ini menjadi ruang kebersamaan lintas profesi dan usia, sekaligus penguatan nilai keagamaan dan sosial bagi warga sekitar. Dalam pertemuan tersebut, para jamaah meneguhkan komitmen untuk terus menebar manfaat melalui dakwah, santunan, dan kegiatan kebajikan yang membumi.

Majelis Taklim Darussalam berdiri sekitar tiga tahun lalu, berawal dari pertemuan silaturahmi sederhana antarteman dengan latar belakang pekerjaan yang beragam. Dari kebersamaan itu, tumbuh ikhtiar untuk membangun wadah pengajian yang konsisten. “Awal mula hadirnya MT Darussalam tadinya kita hanya silaturahmi biasa dari pertemuan teman-teman yang profesinya tidak sama,” ujar Bubun Suhartoyo, pimpinan Majelis Taklim Darussalam, dalam sambutannya.

Seiring waktu, kegiatan berkembang tidak hanya pada pengajian bulanan, tetapi juga aksi sosial. Darussalam aktif menyalurkan santunan kepada anak yatim dan lansia, serta mengadakan tadabur alam yang disebut sebagai tamasya rohani untuk memperkuat keakraban dan refleksi spiritual. “Semoga MT Darussalam ke depannya lebih maju dan bermanfaat untuk masyarakat,” kata Bubun, menegaskan orientasi pelayanan sosial yang inklusif.

Menurut literatur Kementerian Agama dan sejumlah kajian akademik, majelis taklim berperan strategis sebagai pusat pendidikan nonformal, penguatan moderasi beragama, serta simpul solidaritas sosial di tingkat kelurahan. Peran ini terlihat pada Darussalam yang menempatkan kepedulian terhadap kelompok rentan sebagai bagian dari ibadah sosial, selaras dengan nilai gotong royong yang menjadi karakter masyarakat Jawa Barat.

Komposisi jamaah yang didominasi kalangan lanjut usia mendorong fokus pada kegiatan yang sederhana, berkelanjutan, dan berorientasi kebaikan. “Karena di MT Darussalam ini sudah pada sepuh, jadi kita lebih banyak berbuat kebaikan,” tutur Bubun, menggambarkan semangat kolektif yang menekankan amal nyata dan kebersamaan.

Pengajian bulanan menjadi pengikat utama, diisi tausiyah, doa bersama, serta diskusi ringan yang mudah dipahami. Kehadiran warga lintas latar belakang memperkuat fungsi majelis sebagai ruang aman untuk belajar, berbagi, dan saling menguatkan. Dengan tata kelola yang rapi dan komunikasi terbuka, kegiatan berlangsung tertib dan menjunjung etika, sehingga tetap nyaman bagi masyarakat luas.

Di tengah dinamika perkotaan, Majelis Taklim Darussalam menunjukkan bahwa silaturahmi yang dirawat dengan ilmu dan kepedulian dapat menjadi energi sosial. Upaya kecil yang konsisten, dari pengajian hingga santunan, membentuk jaring kebaikan yang menyentuh, sekaligus memperkokoh harmoni di Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi.

Ke depan, para pengurus berencana memperluas kolaborasi dengan RT, RW, dan puskesmas setempat, menguatkan literasi keagamaan, kesehatan, serta layanan sosial, agar dampak kegiatan terasa berkelanjutan bagi keluarga, anak, dan lansia di lingkungan sekitar pada tahun-tahun mendatang bersama semua. (asker)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....