Ike Hikmawati: Banjir di Kota Cimahi Bukan Persoalan Sesaat, Perlu Penanganan Berkelanjutan

Cimahi, Jawa Barat, 24 Januari 2026. Berulangnya peristiwa banjir di sejumlah wilayah Kota Cimahi kembali menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi. Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ike Hikmawati, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa banjir bukan lagi persoalan sesaat, melainkan masalah struktural yang membutuhkan penanganan berkelanjutan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi yang membidangi kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan, dan tenaga kerja, Ike menilai bahwa pendekatan jangka pendek tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan. Menurutnya, pola banjir yang berulang menunjukkan adanya persoalan mendasar, mulai dari tata kelola lingkungan, sistem drainase, hingga perubahan fungsi lahan.

“Banjir bukan persoalan yang bisa diselesaikan secara instan. Diperlukan pemikiran yang matang, perencanaan yang berkelanjutan, serta kerja sama dan keterlibatan aktif semua pihak,” ujar Ike dalam keterangannya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perangkat kewilayahan, serta masyarakat dalam upaya mitigasi dan penanggulangan banjir. Upaya tersebut, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga pada langkah pencegahan melalui perencanaan tata kota yang ramah lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ike juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah bekerja keras dalam menghadapi dampak banjir di Kota Cimahi. Ia mengucapkan terima kasih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, aparatur kecamatan dan kelurahan, serta dinas teknis terkait lainnya.

Selain itu, peran aktif pengurus rukun warga (RW), relawan, dan masyarakat dinilai sangat membantu dalam proses evakuasi dan penanganan darurat. “Kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan menjadi kekuatan penting dalam menghadapi situasi seperti ini,” kata Ike.

Sejumlah pakar lingkungan juga menilai bahwa persoalan banjir di wilayah perkotaan seperti Cimahi erat kaitannya dengan berkurangnya daerah resapan air, kepadatan permukiman, serta sistem drainase yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan lintas sektor yang konsisten dan berorientasi jangka panjang.

Ike pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan penuh kepedulian. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta mendukung program pelestarian lingkungan merupakan langkah sederhana namun berdampak besar dalam mencegah banjir di masa mendatang.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian dan cinta terhadap lingkungan, risiko bencana dapat ditekan,” ujarnya. (nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....