Sinergi Kopdes-BUMDes Cikahuripan Diperkuat, Kemendesa PDT Dorong Ekonomi Desa Berbasis Produksi dan Distribusi

Bandung Barat, 3 Februari 2026. Kolaborasi antara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/Kopdes) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mendapat perhatian langsung dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT). Hal itu ditandai dengan kunjungan lapangan tim Direktorat Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus ke desa tersebut untuk meninjau pengembangan koperasi desa dan program ketahanan pangan berbasis ekonomi produktif.

Rombongan Kemendesa PDT dipimpin oleh Heldo Marta, Analis Kebijakan Ahli Madya yang mewakili Direktur Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus, didampingi Dahlia selaku Analis Kebijakan Ahli Madya, bersama jajaran Kepala Subbagian Tata Usaha, pejabat fungsional, serta staf teknis. Tim meninjau langsung gedung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah dibangun, serta lokasi pengembangan sektor pertanian dan hortikultura desa.

Kepala Desa Cikahuripan, Oman Haryanto, menilai kunjungan tersebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan program pembangunan desa berjalan sesuai kondisi lapangan. Menurutnya, pembangunan gedung KDMP menjadi fondasi penting, namun harus diikuti dengan penguatan sarana, aset, dan dukungan operasional agar koperasi dapat segera berfungsi optimal.

“Dengan Kementerian Desa turun langsung ke lapangan, ini menunjukkan adanya penilaian dan peninjauan nyata terhadap program yang berjalan. Di Cikahuripan, gedung KDMP sudah terbangun dan insyaallah segera dioperasikan. Kami menunggu dukungan lanjutan, tidak hanya fisik bangunan, tetapi juga penguatan fasilitas agar koperasi bisa segera berjalan,” kata Oman Haryanto.

Ia menjelaskan, KDMP Cikahuripan dirancang memiliki tujuh gerai layanan ekonomi desa, termasuk salah satunya gerai apotek desa. Model pengembangannya berbasis kolaborasi antara Kopdes dan BUMDes, dengan pembagian peran yang jelas antara produksi dan distribusi.

“BUMDes berperan sebagai produsen, misalnya dalam pengembangan komoditas tomat, sedangkan koperasi berperan sebagai penjual. Jadi ada kolaborasi nyata antara BUMDes dan Kopdes, saling menunjang, saling berkaitan. Produksi dilakukan BUMDes, distribusi dan penjualan dilakukan koperasi,” ujarnya.

Selain tomat, Desa Cikahuripan juga mengembangkan tanaman hortikultura berumur pendek seperti pakcoy sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Sistem tanam cepat panen ini dinilai mampu mempercepat perputaran ekonomi desa sekaligus menjaga kesinambungan produksi.

Oman Haryanto menyebutkan, sektor usaha desa mulai menunjukkan hasil. Panen perdana telah dilakukan dan mulai memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). “Kami tidak ingin hanya bergantung pada dana desa. Target kami adalah menggali potensi lokal agar desa mampu menghasilkan PADes yang lebih besar secara mandiri dan berkelanjutan,” katanya.

Produk hasil pertanian desa saat ini telah memiliki akses pasar, termasuk jaringan ritel modern dan supermarket dengan skema harga yang telah ditetapkan. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan kapasitas produksi dibandingkan permintaan pasar. Karena itu, desa mendorong perluasan lahan tanam dan peningkatan kapasitas produksi.

Dari pihak Kemendesa PDT, Ranal menilai Desa Cikahuripan memiliki potensi besar, khususnya di sektor hortikultura. “Potensinya sangat besar. Dengan adanya gerai KDMP yang sudah terbentuk, potensi ini diharapkan bisa semakin dimaksimalkan. Kunjungan ini diharapkan membuka wawasan dan semangat masyarakat desa agar terus berkembang,” ujarnya.

Ketua KDMP Desa Cikahuripan, Enda Sumarna, menambahkan bahwa koperasi desa diarahkan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Programnya mencakup penguatan warung desa, distribusi langsung barang dan layanan, pemangkasan rantai distribusi, serta penyediaan produk berbasis pertanian, termasuk sistem hidroponik.

Secara kebijakan nasional, program ini sejalan dengan Rencana Aksi Kemendesa PDT 2025 yang menargetkan percepatan pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, percepatan pembangunan infrastruktur koperasi, transformasi Indeks Desa, optimalisasi Dana Desa, serta penguatan pendampingan masyarakat desa.

Kolaborasi Kopdes dan BUMDes di Desa Cikahuripan menjadi contoh penguatan ekonomi desa berbasis produksi dan distribusi yang terintegrasi, dengan tujuan akhir membangun kemandirian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ki²)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....