​Hana Afsha Rheneushe: Membumikan Aksara dan Legenda Sunda Lewat Brand Sakatala

Jurnalis9.com ​PADALARANG, 6 Februari 2026. Di tengah deru modernisasi yang melanda kawasan Bandung Barat, sebuah upaya pelestarian budaya muncul melalui cara yang tak biasa: sehelai kaos. Adalah Hana Afsha Rheneushe, seorang mahasiswa tari sekaligus pengusaha muda, yang mencoba menjembatani jurang antara tradisi Sunda yang mulai terlupakan dengan selera busana generasi masa kini melalui jenamanya, Sakatala.

​Ditemui di sela-sela pelantikan pengurus Forum Ekonomi Kreatif (FEKRAF) Kabupaten Bandung Barat di Hotel Neo Kota Baru Parahyangan, Jumat (6/2), Hana menampilkan koleksi terbarunya. Sakatala bukan sekadar bisnis clothing biasa. Sejak mulai membangun identitas sendiri pada 2024, setelah sebelumnya bergelut di dunia konveksi sejak 2015 Hana konsisten mengusung konsep contemporary t-shirt.

​”Konsep dasarnya adalah filsafat Sunda. Kami mengemas desain Sunda secara modern agar anak-anak muda sekarang tetap merasa keren memakainya,” ungkap Hana.

​Salah satu misi utama Sakatala adalah menyelamatkan Aksara Sunda dari kepunahan. Melalui desain tulisan yang artistik, Hana memperkenalkan kembali elemen-elemen budaya seperti Pancaniti, sosok Diah Pitaloka, hingga filosofi bunga Hanjuang. Ia menyadari banyak anak muda saat ini yang buta akan sejarah dan simbol budayanya sendiri.

​”Saya ingin anak-anak zaman sekarang tahu budaya dan seni tradisi. Lewat brand ini, saya menuangkan ide agar legenda seperti Sangkuriang atau aksara kuno tidak hilang begitu saja,” tambah perempuan yang memproduksi sendiri seluruh produknya, mulai dari pemilihan bahan hingga proses sablon di galerinya yang terletak di Kampung Sodong Tengah, Desa Kertajaya, Padalarang.

​Sinergi Kreatif bersama FEKRAF
​Kehadiran Sakatala di acara tersebut bukan tanpa alasan. Hana secara resmi dilantik menjadi bagian dari jajaran pengurus FEKRAF Kabupaten Bandung Barat periode 2024–2029. Baginya, bergabung dengan wadah yang diresmikan oleh Bupati Jeje Richi Ismail ini adalah langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat ekosistem kreatif daerah.

​”Harapannya tentu ingin lebih maju, bisa berkolaborasi dengan FEKRAF, menjalin silaturahmi dengan baik, dan terus mengeluarkan ide-ide kreatif,” kata Hana dengan optimis.

​Keterlibatan Hana di FEKRAF sejalan dengan visi Bupati Jeje Richi Ismail yang mendorong pelaku usaha kreatif untuk tidak hanya sekadar berjualan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat identitas budaya daerah. Dalam acara pelantikan tersebut, stan Sakatala menjadi salah satu titik yang menarik perhatian para tamu undangan dan pelaku komunitas kreatif.

​Dengan harga yang kompetitif, mulai dari Rp100.000 per helai, Sakatala membuktikan bahwa produk berkualitas dengan muatan lokal yang kuat memiliki tempat di hati masyarakat. Produk ini kini dapat dijangkau secara luas melalui platform digital seperti Instagram dan Shopee, atau melalui pemesanan langsung di nomor WhatsApp 0813-2210-0946.

​Melalui tangan dingin Hana Afsha, Sakatala kini berdiri sebagai bukti bahwa di tahun 2026 ini, kreativitas pemuda Bandung Barat mampu menghidupkan kembali “ruh” masa lalu ke dalam gaya hidup masa depan. (ks)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....