​Maksimalkan Ketahanan Pangan, BUMDes Berkibar Cikande Kembangkan Budidaya Domba Dorper F1

Jurnalis9.com. ​CIKANDE, 9 Februari 2026. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Berkibar” Desa Cikande mulai mengoptimalkan program ketahanan pangan melalui sektor peternakan. Dengan memanfaatkan alokasi 20 persen dana desa, BUMDes Cikande memilih membudidayakan domba jenis Dorper F1 sebagai unit usaha baru guna memacu ekonomi lokal.
​Direktur BUMDes Berkibar Cikande, Tarsudi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memanfaatkan potensi limbah pertanian di wilayahnya yang selama ini belum terkelola maksimal.

​”Motivasi saya karena melihat banyak limbah pertanian di sini. Jika diolah menjadi silase, ini sangat bermanfaat untuk ternak. Kami ingin masyarakat lebih kreatif sehingga tidak banyak limbah terbuang,” ujar Tarsudi saat ditemui di lokasi kandang, baru-baru ini.

​Fokus pada Pembibitan dan Adaptasi Teknologi
​Unit usaha yang baru berjalan efektif sejak akhir Desember 2025 ini mendatangkan 33 ekor domba Dorper F1 dari Kediri, Jawa Timur. Berbeda dengan domba lokal biasa, Dorper F1 merupakan hasil persilangan pejantan asal Afrika Selatan dengan indukan lokal yang dikenal memiliki pertumbuhan cepat dan kualitas daging (karkas) yang tinggi.

​Tarsudi menyebutkan, dari 33 ekor yang ada, 15 di antaranya saat ini dalam kondisi hamil. BUMDes sengaja memilih indukan bunting meski dengan harga rata-rata Rp4 juta per ekor demi mempercepat siklus pengembangbiakan (breeding).

​”Niat utamanya adalah membentuk unit dan menambah populasi dulu. Jadi tidak langsung dijual. Jika nanti sudah berkembang, penjualan sebagian hanya untuk menutupi operasional,” tambahnya.
​Untuk menunjang efisiensi, BUMDes Berkibar telah menerapkan mekanisasi pakan menggunakan mesin pencacah rumput. Hal ini dilakukan agar pakan lebih mudah dicerna dan tidak banyak terbuang. Selain mengandalkan rumput hijauan seperti Pakcong, Gajah, dan Odot, mereka juga memproduksi silase (pakan fermentasi) sebagai cadangan pakan.

​Integrasi Pertanian dan Harapan MBG
​Sekretaris BUMDes Berkibar Cikande, Cahaya Kurniawan, menambahkan bahwa operasional harian kini mulai fokus pada sistem zero waste. Kotoran hewan (kohe) tidak dibuang, melainkan difermentasi untuk dijadikan pupuk organik.

​”Kotorannya dijadikan pupuk. Untuk sementara digunakan untuk lahan rumput pakan kami sendiri, tapi ke depan tidak menutup kemungkinan untuk diproduksi massal dan dijual,” kata Cahaya.
​Penggunaan silase diakui Cahaya sangat membantu menjaga stabilitas pakan, terutama saat cuaca ekstrem atau musim hujan ketika aktivitas mencari rumput segar menjadi sulit.

​Selain target ekonomi, Tarsudi melihat adanya potensi kolaborasi jangka panjang dengan program pemerintah pusat, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan kualitas daging Dorper yang lebih empuk dan rendah bau “prengus”, ia optimis produk BUMDes Cikande bisa masuk ke pasar kuliner hingga penyedia protein nasional.

​”Harapannya masyarakat berminat bergabung sehingga unitnya terus bertambah. Ke depan kalau populasi sudah banyak, kita bisa sasar rumah makan atau mendukung program gizi pemerintah,” pungkas Tarsudi.

Reporter : Kiki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....