Jurnalis9.com. BANDUNG, 10 Pebruari 2026. Industri pariwisata Jawa Barat memasuki babak baru dengan penekanan pada integrasi budaya, konektivitas transportasi, dan komitmen lingkungan. Hal ini mengemuka dalam pembukaan Travel Mart Jabar Istimewa 2026 sekaligus peluncuran Perhimpunan Industri Pariwisata Indonesia (Parwindo) di Hotel Horison Bandung, Selasa (10/2/2026).
Acara ini diselenggarakan Parwindo dengan mengundang Pemerintah Kota Bandung, yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan sektor pariwisata.
Sedikitnya 104 buyer (pembeli) dengan para seller (penjual) dari seluruh Jawa Barat untuk mengoptimalkan potensi bisnis pariwisata di wilayah “Cekungan Bandung” dan sekitarnya.

Transformasi Ekonomi dan Strategi TBI
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam sambutannya menekankan bahwa Bandung kini sepenuhnya bergantung pada denyut nadi pariwisata setelah bertransformasi dari basis industri tekstil pada era 90-an.
Untuk memperkuat posisi tersebut, Farhan memperkenalkan strategi TBI (Tourism, Trade, Investment).
”Tourism akan menarik orang datang ke Bandung. Ketika orang berkumpul, terjadi transaksi perdagangan (Trade). Saat perdagangan transaksional itu terjadi secara konsisten, maka investasi (Investment) akan datang dengan sendirinya,” ujar Farhan di hadapan para tokoh budaya dan pelaku industri, Selasa.

Tantangan “Zero Waste” bagi Pelaku Usaha
Namun, di balik optimisme ekonomi, Pemkot Bandung memberikan peringatan keras terkait isu lingkungan. Berdasarkan data, Bandung memproduksi 1.597 ton sampah setiap hari.
Menindaklanjuti program nasional ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, Farhan mewajibkan setiap kawasan wisata menjadi kawasan berpengelola mandiri.
”Setiap kawasan berpengelola di Kota Bandung harus zero waste. Jika dalam tiga bulan tidak terbukti, penyidik pidana lingkungan dari kementerian akan turun. Ini serius, saya sendiri sudah pernah diperiksa terkait kasus serupa. Kita ingin Bandung cantik tanpa tumpukan sampah,” tegasnya.

Inovasi “Traincation” dan Kearifan Lokal
Di tingkat provinsi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Jawa Barat, Dr. Iendra Sofyan, mengungkapkan bahwa Jabar menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 91 juta pada tahun 2025-2026. Salah satu strategi unggulannya adalah Traincation (Pariwisata berbasis kereta api).
Iendra menjelaskan, Jabar memiliki infrastruktur kereta api terlengkap, mulai dari peninggalan Belanda hingga Kereta Cepat (KCJB).
”Kami sedang menyiapkan jalur wisata Bogor-Cianjur menggunakan kereta historis ‘Jaka Lawana’. Kami ingin stasiun-stasiun lokal menjadi titik tumbuhnya ekonomi baru bagi pelaku travel lokal,” kata Iendra.
Ia juga menitipkan pesan “5K” (Katingali, Karasa, Karabah, Kadangu, Kaangieu) sebagai prinsip aktivasi panca indra bagi wisatawan agar mendapatkan pengalaman emosional yang mendalam saat berkunjung ke destinasi alam di Jawa Barat.
Dukungan Legislatif dan Sektor Industri
Anggota Komisi XI DPR RI, H. Fathi, yang turut hadir, menyatakan dukungannya terhadap forum bisnis seperti Travel Mart ini. Menurutnya, sinergi antara kebijakan pusat dan daerah diperlukan agar bisnis pariwisata berkembang optimal dan memberikan dampak kesejahteraan nyata bagi masyarakat Bandung Raya.
Dalam wawancara terpisah, Ketua Parwindo Benny Iskandar menyatakan pentingnya sinergi antara pemerintah dan asosiasi agar pariwisata Jawa Barat tetap kompetitif dibandingkan Bali dan Jogja. Beliau mengajak para seller dan buyer untuk terus menciptakan produk wisata baru guna mendongkrak ekonomi daerah, dengan mengandalkan potensi Jawa Barat sebagai Ibu Kota Asia Afrika yang unggul dalam sektor kuliner serta keramahannya.
Benny juga menekankan bahwa tradisi seperti tari Jaipong dan kampung adat harus tetap dijaga serta diekspos sebagai daya tarik utama. Beliau mengajak wisatawan untuk mengenal budaya Sunda asli melalui destinasi seperti Kampung Adat Cireundeu bersama tokoh budaya Abah Alam. Baginya, pelestarian budaya tradisional merupakan kunci agar identitas Jawa Barat tetap eksis dan menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Acara pembukaan ini dimeriahkan dengan penampilan budaya Tari Jaipongan dan Rampak Kendang, serta prosesi simbolis penyerahan lukisan “Maung Bodas” kepada Ketua Umum Parwindo, Beni Iskandar.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Tokoh Budaya Sunda Abah Alam, Founder PT Perisai Group Perry Kristianto, serta pimpinan asosiasi profesi pariwisata seperti PHRI, ASITA, ASTINDO, dan HPI.
Reporter : Komala – Restu