Kalapa Indung, UMKM Binaan Dispora Bandung, Tembus Pasar Australia dan Qatar Lewat BIFHEX 2026

Jurnalis9.com. BANDUNG. 11 Pebruari 2026. Di tengah hiruk-pikuk Bandung International Food & Horeca Expo (BIFHEX) 2026 yang berlangsung di Sudirman Grand Ballroom, stan Kalapa Indung menjadi salah satu destinasi yang tak pernah sepi pengunjung.

UMKM binaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung ini hadir membawa produk-produk khas Sunda yang telah menembus pasar internasional. Serundeng kelapa, bawang goreng, dan salai pisang menjadi andalan utama yang dipamerkan sejak hari pertama, Selasa (10/2/2026).

Regi, co-founder Kalapa Indung, mengatakan bahwa partisipasi di BIFHEX bukan sekadar ajang pamer. “Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global. Apresiasi dari chef profesional dan pengunjung di sini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas,” ujarnya kepada Jurnalis9.com

Produk Tradisional Berdaya Saing Global

Berdiri sejak 2018, Kalapa Indung mengolah bahan-bahan lokal seperti kelapa dan bawang merah menjadi produk kemasan modern. Serundeng kelapa varian original dan pedas, bawang goreng renyah, serta salai pisang tanpa gula tambahan kini telah merambah pasar domestik hingga ke Bali dan berbagai kota di Jawa Barat.

Namun pencapaian paling membanggakan adalah tembusnya produk ini ke Australia dan Qatar. “Ekspor ke Australia untuk serundeng dan salai pisang, sementara Qatar untuk bawang goreng dan serundeng,” sebut Regi.

Ia menambahkan, keberhasilan ekspor tidak lepas dari konsistensi menjaga rasa dan kemasan. Seluruh produk telah mengantongi NIB, PIRT, serta sertifikasi halal dan keamanan pangan.

Strategi Harga Stabil dan Program MBG

Salah satu keunggulan Kalapa Indung terletak pada strategi penetapan harga. Regi menjelaskan, perusahaan menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) berdasarkan estimasi harga bahan baku tertinggi. “Dengan begitu, ketika harga pasar naik, kami tidak perlu serta-merta menaikkan harga jual. Konsumen tetap terjangkau, usaha tetap berjalan,” katanya.

UMKM ini juga telah dipercaya menjadi mitra pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Serundeng kelapa produksi Kalapa Indung disuplai ke satuan pelayanan di wilayah Cibiru. “Kami bangga bisa berkontribusi langsung pada program strategis nasional,” ucap Regi.

BIFHEX: Ruang Uji Kualitas dan Jaringan

BIFHEX 2026 yang diikuti sekitar 200 exhibitor dari berbagai kategori menjadi momentum penting bagi Kalapa Indung. Selain memperluas jejaring, pameran ini menjadi ajang evaluasi produk. “Kami mendapat penilaian langsung dari chef profesional. Masukan mereka sangat berharga untuk pengembangan rasa dan kemasan ke depan,” kata Regi.

Pameran berskala internasional ini juga menghadirkan sesi business matching, seminar, dan demo masak. Regi mengaku banyak mendapatkan tawaran kerja sama dari calon distributor dan pelaku usaha kuliner lainnya.

Tantangan Digitalisasi dan Harapan Regulasi

Meski sudah melangkah ke pasar ekspor, Kalapa Indung masih menghadapi tantangan klasik UMKM: digital marketing. “Kami sadar perlu meningkatkan kemampuan promosi online. SDM di bidang ini masih perlu diasah,” akui Regi.

Ia juga menyoroti regulasi pemerintah yang kerap berubah. “Kami berharap kebijakan lebih stabil dan tidak rumit. UMKM butuh kepastian agar bisa fokus mengembangkan usaha,” harapnya.

BIFHEX 2026 akan berlangsung hingga 13 Februari mendatang. Bagi Kalapa Indung, panggung ini bukan akhir, melainkan awal untuk melangkah lebih jauh membawa cita rasa Sunda ke dunia.

Kontak:
Jl. Batununggal Indah II No.48, Bandung
+62 822-1636-6744

Reporter : Komala Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....