Jurnalis9.com. Bandung, 12 Februari 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan kunjungan kerja ke Museum Kavaleri Gatot Subroto yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Lingkungan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Kamis (12/2/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda kerja sekaligus kegiatan edukatif dengan meninjau langsung koleksi kendaraan tempur dan artefak sejarah militer yang dipamerkan di museum tersebut.
Rombongan dipimpin langsung oleh Maruarar Sirait, didampingi Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Danpussenkav) Mayjen TNI Eko Susetyo beserta jajaran, serta Wali Kota Bandung M. Farhan. Hadir pula Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung Dewi Kaniasari, S.Sos., M.A., serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai koleksi utama museum, mulai dari kendaraan tempur lapis baja, panser, dan tank dari berbagai era, hingga peralatan militer, senjata, dokumen, serta artefak sejarah yang menggambarkan perjalanan Korps Kavaleri TNI Angkatan Darat. Sejumlah diorama edukatif yang merekam evolusi peran kavaleri dalam pertahanan negara juga menjadi perhatian rombongan.
Museum Kavaleri Gatot Subroto dikenal sebagai museum sejarah militer yang fokus pada perjalanan dan peran Korps Kavaleri TNI AD. Berada di kompleks pusat kesenjataan kavaleri, museum ini berfungsi sebagai ruang edukasi publik sekaligus destinasi wisata sejarah. Koleksinya kerap dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan studi lapangan, terutama bagi pelajar dan mahasiswa.

Selain sebagai ruang pamer, museum ini juga menjadi bagian dari wisata edukatif Kota Bandung. Museum dibuka setiap hari pukul 08.00–18.00 WIB, dengan akses terbuka bagi masyarakat umum serta didukung panduan informasi yang memudahkan pengunjung memahami konteks sejarah koleksi yang ditampilkan.
Kunjungan Menteri PKP ini memiliki makna strategis, tidak hanya dalam konteks pengenalan sejarah satuan militer Indonesia, tetapi juga sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap pelestarian sejarah dan pendidikan publik. Kehadiran pejabat kementerian di ruang-ruang edukasi seperti museum memperlihatkan pentingnya integrasi antara pembangunan fisik, penguatan kawasan permukiman, dan pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui literasi sejarah.
Di lokasi yang sama, Museum Kavaleri juga tengah menampilkan pameran radio antik dalam rangka peringatan Hari Radio Dunia. Pameran tersebut menghadirkan sekitar 50 koleksi radio antik dari era awal abad ke-20, baik produksi Eropa maupun Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program budaya Kota Bandung bertajuk Bandung Punya Cerita, yang bertujuan mengangkat narasi sejarah, identitas lokal, dan literasi budaya masyarakat.
Meski berlangsung di ruang dan waktu yang sama, kunjungan Menteri PKP tidak secara langsung terkait dengan program literasi radio tersebut. Fokus utama kunjungan tetap pada aspek edukasi sejarah militer dan fungsi museum sebagai ruang pembelajaran publik. Namun, keberadaan pameran budaya secara bersamaan memperkuat suasana Museum Kavaleri sebagai ruang narasi sejarah, budaya, dan edukasi lintas sektor.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan rombongan ke sejumlah kawasan yaitu pameran Bandung Kota, Carita Literasi Radio, lanjut mengunjungi ke musium alat tempur serta arena pacuan kuda sebagai bagian dari agenda kunjungan lapangan di Kota Bandung.
Reporter : Komala