Pengurus IPSI Kabupaten Bandung Barat Dikukuhkan, Pembinaan Atlet Diperkuat Lewat IPSI Cup VI

Bandung Barat, 24 Januari 2026 . Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi mengukuhkan kepengurusan masa bakti 2025–2029 dalam rangkaian acara yang dirangkaikan dengan pembukaan Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup VI Open Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula HBS Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).

Pengukuhan pengurus dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Pengprov IPSI Jawa Barat Nomor Skep 01/I/2025 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia Kabupaten Bandung Barat Masa Bakti 2025–2029. Surat keputusan tersebut ditetapkan di Bandung pada 17 Januari 2025 dan ditandatangani Ketua Umum Pengprov IPSI Jawa Barat, H. Phinera Wijaya, S.E.

Dalam kepengurusan tersebut, H. Asep Syamsul Falah, A.R.M., S.IP dipercaya sebagai Ketua Umum IPSI Kabupaten Bandung Barat. Ia didampingi jajaran wakil ketua, sekretaris umum, bendahara umum, serta sejumlah bidang yang membidangi pembinaan prestasi, seni budaya, pembibitan dan pemasalan, hingga penguatan mental dan spiritual atlet.

Acara pengukuhan dihadiri Asep Miftah Sofwan, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Fraksi Golkar, Ketua Umum IPSI Jawa Barat H. Phinera Wijaya, S.E., jajaran Pengurus Cabang IPSI Kabupaten Bandung Barat, perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat, unsur TNI dan Polri, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, tokoh masyarakat, pimpinan perguruan pencak silat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Asep Syamsul Falah menegaskan bahwa pencak silat memiliki peran strategis sebagai cabang olahraga prestasi sekaligus warisan budaya bangsa.
“Pencak silat bukan hanya olahraga atau bela diri, tetapi bagian dari jati diri bangsa Indonesia. Di dalamnya terkandung nilai-nilai persaudaraan, kejujuran, disiplin, dan saling menghormati,” kata Asep.

Ia menambahkan, pengakuan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda oleh dunia internasional harus dimaknai sebagai tanggung jawab bersama untuk terus melestarikan dan mengembangkannya.
“Pengakuan tersebut bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan pencak silat tetap hidup dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum IPSI Jawa Barat H. Phinera Wijaya mengapresiasi kinerja dan soliditas organisasi IPSI Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, keberhasilan pembinaan olahraga sangat ditentukan oleh sinergi seluruh elemen, mulai dari pengurus, pelatih, wasit, hingga atlet.
“Keberhasilan organisasi tidak lepas dari kekompakan dan profesionalisme. Pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan agar mampu melahirkan prestasi yang konsisten,” ujar Phinera.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara prestasi olahraga dan pelestarian nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Rangkaian pengukuhan pengurus dilanjutkan dengan pembukaan Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup VI Open Tahun 2026 yang berlangsung pada 24–25 Januari 2026. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Pengurus Cabang IPSI Kabupaten Bandung Barat dan diikuti oleh tujuh perguruan pencak silat se-Kabupaten Bandung Barat.

Panitia mencatat, jumlah peserta mencapai 120 atlet pada hari pertama dan 120 atlet pada hari kedua. Kejuaraan ini melibatkan 13 perangkat wasit dan juri yang memiliki lisensi resmi IPSI untuk memastikan pertandingan berjalan sesuai regulasi dan menjunjung tinggi sportivitas.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi hasil pembinaan atlet serta penjaringan bibit unggul pencak silat Kabupaten Bandung Barat yang diproyeksikan tampil pada kejuaraan tingkat provinsi dan nasional.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan Sertifikat Prestasi Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup VI Open 2026 kepada atlet berprestasi. Sertifikat tersebut ditandatangani Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Barat, Ketua KONI Kabupaten Bandung Barat, dan Ketua Umum IPSI Kabupaten Bandung Barat.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru serta terselenggaranya kejuaraan ini, IPSI Kabupaten Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan pencak silat secara berkelanjutan. Organisasi berharap, langkah tersebut dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih luas. (ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....