Terima Kasih atas Perbaikan TPT, Warga Nanggerang Berharap Akses Jalan Kembali Layak

Jurnalis9.com Cililin 9 Okt 2026 Warga Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, masih menantikan perbaikan jalan kabupaten yang rusak sejak 2012.

Kondisi jalan tersebut menjadi perhatian karena digunakan warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga mengakses fasilitas kesehatan.
Kepala Desa Nanggerang Rahmat Wibowo mengatakan, perbaikan jalan sangat dibutuhkan masyarakat. Terlebih, sejumlah ruas jalan menjadi jalur utama penghubung antarkampung.

“Perbaikan jalan itu dulu dilaksanakan 2012. Sampai sekarang belum ada perbaikan,” kata Rahmat.

Di tengah penantian tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah mengalokasikan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan drainase di sejumlah titik Desa Nanggerang.
Pengerjaan berlangsung hampir satu bulan, termasuk di wilayah Kampung Bangsaya.

Rahmat mengapresiasi pembangunan penyangga badan jalan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan perangkat daerah terkait.

Dua Ruas Jalan Butuh Perbaikan
Rahmat menyebut, kebutuhan perbaikan jalan di Desa Nanggerang diperkirakan mencapai 7,6 kilometer yang terbagi dalam dua ruas.

Ruas pertama menghubungkan Ciririp, Bangsaya, Buninagara, hingga arah Rawabogo, dengan panjang sekitar 2,2 kilometer.

Sementara itu, ruas kedua membentang dari Kampung Jamarun, Bangsaya, Cibangoak, hingga Desa Karyamukti, dengan panjang sekitar 5,4 kilometer.
Dari sejumlah titik tersebut, kawasan Sumumput-Bangsaya menjadi salah satu lokasi yang dinilai paling mendesak untuk ditangani.

Rahmat berharap pemerintah daerah dapat menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kondisi jalan dan kebutuhan masyarakat.

“Mudah-mudahan ada sinergitas untuk pembangunan, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat, mana yang merupakan segi prioritas untuk desa-desa, jadi tidak tumpang tindih untuk ke depannya,” ujarnya.

Kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi, tetapi juga menyulitkan warga mengakses pelayanan kesehatan.

Rahmat menjelaskan, warga Desa Nanggerang yang hendak menuju puskesmas harus pergi ke wilayah Desa Mukapayung. Jarak yang cukup jauh menjadi tantangan tersendiri, terlebih ketika kondisi jalan rusak.

Desa Nanggerang memang memiliki puskesmas pembantu di wilayah atas. Namun, kebutuhan akses kesehatan yang lebih mudah tetap menjadi perhatian masyarakat.

Persoalan serupa juga dirasakan anak-anak sekolah dan warga yang menempuh pendidikan tinggi. Jalan kabupaten tersebut menjadi salah satu jalur utama yang digunakan mereka setiap hari.

Karena itu, perbaikan jalan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung kegiatan pendidikan dan perekonomian desa.

Pernah Terputus Akibat Longsor
Kebutuhan penanganan jalan juga berkaitan dengan risiko bencana di kawasan tersebut.

Pada 4 Desember 2025, longsor terjadi di Kampung Wangsaya, RT 01 RW 07, Desa Nanggerang, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu.

Peristiwa tersebut sempat memutus akses jalan utama penghubung antarwilayah dan mengganggu mobilitas masyarakat.

Pemkab Bandung Barat kemudian menyalurkan bantuan logistik serta membangun jalur darurat untuk penanganan awal.

Pembangunan TPT dan drainase diharapkan membantu menjaga kestabilan tanah serta mengurangi risiko kerusakan badan jalan akibat aliran air hujan. Pemeliharaan infrastruktur juga diperlukan agar fungsi perlindungan tersebut tetap optimal.

Rahmat berharap perbaikan jalan kabupaten segera mendapat solusi melalui koordinasi pemerintah daerah dan pihak terkait.
Bagi warga Nanggerang, jalan yang layak dibutuhkan agar perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, dan fasilitas kesehatan dapat berlangsung lebih aman dan lancar.

Reporter : Komala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....