Bandung Barat Dorong Ekspor Produk Desa ke Malaysia, KDMP Cikole Tampil Wakili Potensi Daerah

Jurnalis9.com. Bandung, 4 Februari 2026. Kehadiran perwakilan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam kegiatan International Meeting Penyerasian Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dengan Institut Koperasi Malaysia menjadi momentum strategis bagi penguatan peran daerah dalam jejaring ekonomi koperasi lintas negara. Forum yang digelar di Ballroom Arion Suites Hotel Bandung itu membuka peluang nyata bagi desa-desa di Bandung Barat untuk masuk dalam ekosistem kerja sama ekonomi regional Indonesia–Malaysia.

Perwakilan Kabupaten Bandung Barat yang hadir terdiri atas unsur Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pemerintah desa Cikole, Cikahuripan, dan Suntenjaya, serta para ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) masing-masing desa. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga puncak acara gala dinner, yang menjadi forum silaturahmi sekaligus ruang kolaborasi antaranggota koperasi Indonesia dan Malaysia.

Dalam kegiatan tersebut, forum tidak hanya menjadi ajang pertemuan formal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi konkret, termasuk potensi kerja sama usaha, business matching, hingga pertukaran produk hasil produksi desa di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan produk olahan khas KDMP.

Produk yang dipamerkan dalam acara tersebut merupakan hasil produksi KDMP Desa Cikole, yang mewakili KDMP di Kabupaten Bandung Barat. Desa Cikole tampil sebagai representasi potensi ekonomi perdesaan Bandung Barat, dengan berbagai komoditas unggulan yang mencerminkan kekuatan sektor pangan dan pertanian lokal.

Salah satu peluang strategis yang mengemuka adalah kebutuhan Malaysia terhadap suplai beras berkualitas, khususnya varietas Ciherang dari Kabupaten Bandung Barat. Beras tersebut dinilai sesuai untuk kebutuhan konsumsi pangan khas Malaysia, terutama sebagai bahan utama nasi lemak, makanan ikonik yang kerap disebut sebagai national dish negara tersebut.

Nasi lemak dikenal sebagai hidangan khas yang dimasak dengan santan dan daun pandan, menghasilkan aroma harum dan rasa gurih, serta disajikan dengan sambal pedas-manis khas. Kebutuhan beras berkualitas menjadi faktor penting dalam menjaga cita rasa makanan tersebut, sehingga membuka peluang pasar bagi produk beras Bandung Barat.

Selain beras, berbagai komoditas lain dari Kabupaten Bandung Barat juga disiapkan untuk masuk pasar Malaysia melalui kerja sama KDMP dengan Institut Koperasi Malaysia, seperti kopi, teh, gula aren, sayuran, buah-buahan, serta aneka makanan ringan dan produk olahan desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat, Dudi Supriadi, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi daerah.

“Kegiatan ini membuka peluang pengenalan potensi Kabupaten Bandung Barat ke tingkat internasional, khususnya ke Malaysia. Kami berharap kerja sama ini dapat terjalin secara berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi penguatan ekonomi desa,” ujarnya.

Kepala Desa Cikole, Tajuddin, menilai keikutsertaan desa dalam forum internasional ini memberikan manfaat strategis bagi masyarakat.

“Dengan mengikuti acara ini, kami mendapatkan manfaat besar. Pertama, mengenalkan Desa Cikole ke luar negeri. Kedua, kami bangga karena Desa Cikole terpilih mewakili hingga tingkat nasional. Ketiga, ini akan memicu desa kami lebih aktif berperan dalam sektor ekonomi dan koperasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua KDMP Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Komarudin, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal atas penyelenggaraan forum internasional tersebut.

“Kami, KDMP Cikole Kecamatan Lembang, memberikan apresiasi kepada Kemendes PDT atas gagasan menyelenggarakan International Meeting dengan Malaysia. KDMP yang selama ini sempat merasa putus asa, dengan adanya acara ini kembali bangkit karena muncul harapan produk desa bisa diekspor ke Malaysia,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah penting untuk menggali potensi desa hingga ke tingkat internasional.

“Menurut saya, ini acara yang sangat baik untuk menggali potensi desa sampai ke luar negeri. Harapannya, kegiatan ini harus ada tindak lanjut nyata dari Kemendes PDT sampai benar-benar berhasil,” katanya.

Secara nasional, kegiatan ini merupakan bagian dari International Meeting Penyerasian yang diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia bersama Institut Koperasi Malaysia sebagai implementasi kebijakan penguatan Koperasi Desa Merah Putih. Forum ini diarahkan pada penguatan jejaring ekonomi koperasi regional, hilirisasi produk desa, serta pembukaan akses pasar internasional.

Bagi Kabupaten Bandung Barat, partisipasi aktif dalam forum ini menjadi pintu masuk strategis dalam membangun jalur ekspor desa berbasis koperasi. KDMP tidak lagi diposisikan semata sebagai lembaga ekonomi lokal, tetapi sebagai simpul ekonomi desa yang terhubung langsung dengan pasar regional Asia Tenggara, membuka harapan baru bagi kemandirian ekonomi perdesaan dan penguatan kesejahteraan masyarakat.
Reporter : K.Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....