BUMDes Berkah Cihampelas Ternak 1.000 Ayam Petelur Demi Ketahanan Pangan

Jurnalis9.com Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. 16 Pebruari 2026. Program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto mulai diimplementasikan di tingkat desa. Di Desa Cihampelas, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah mengembangkan usaha ayam petelur dengan memanfaatkan alokasi Dana Desa untuk memperkuat ketersediaan pangan.

Usaha ini telah berjalan sekitar dua bulan dengan kapasitas awal 1.000 ekor ayam. Saat ini produksi telur mencapai sekitar 20 kilogram per hari dan sebagian hasilnya sudah dinikmati warga di sekitar desa.

Bendahara BUMDes Berkah, Martin, mengatakan usaha masih dalam tahap awal pengembangan. “Baru berjalan sekitar dua bulan,” ujarnya dalam wawancara.
Menurut Martin, ayam didatangkan dari luar daerah pada usia 17 minggu agar memiliki waktu beradaptasi sebelum memasuki masa produksi. Ia menjelaskan masa produktif ayam umumnya dimulai pada usia 21 hingga 22 minggu.

“Harapannya saat masuk masa produksi, ayam sudah stabil dan terbiasa dengan cuaca serta lingkungan di sini,” katanya.
Untuk kebutuhan pakan, pengelola masih membeli dari pabrik sambil mempelajari pembuatan pakan mandiri. Hasil uji menunjukkan kadar konsentrat sekitar 16 persen, masih sesuai standar nutrisi ayam petelur.

Pengelola juga merencanakan pengembangan pakan alternatif seperti budidaya maggot. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas pakan.

Martin memastikan pengelolaan kandang dilakukan dengan memperhatikan kebersihan agar tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar. “Sejauh ini tidak ada keluhan dari warga,” ujarnya.
Perawatan kesehatan ayam dilakukan rutin melalui pemberian vitamin mingguan dan vaksinasi sesuai jadwal bersama tim teknis dari penyedia bibit ayam. Upaya ini dilakukan untuk menjaga produktivitas dan mencegah penyakit.

Dari sisi pemasaran, BUMDes mulai menjalin rencana kerja sama dengan sejumlah pihak untuk memperluas penjualan telur. Dukungan masyarakat dan pemerintah desa dinilai cukup baik sejak program berjalan.
Martin berharap ada pembinaan berkelanjutan agar pengelolaan usaha dapat semakin optimal. “Kami berharap ada dukungan dan pembinaan dari pemerintah agar program ketahanan pangan ini sukses,” katanya.

Ia menambahkan tambahan penyertaan modal akan membantu percepatan pengembangan usaha, termasuk peningkatan kapasitas produksi.

Selain produksi telur, limbah kotoran ayam dimanfaatkan dengan menyalurkannya kepada petani di sekitar desa sebagai pupuk organik. Langkah ini dinilai memberi manfaat tambahan sekaligus mengurangi potensi dampak lingkungan.

Program ayam petelur ini menjadi salah satu upaya konkret desa dalam memanfaatkan Dana Desa untuk kegiatan produktif. Dengan produksi yang mulai berjalan dan dukungan berbagai pihak, BUMDes Berkah diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Desa Cihampelas.

Reporter : Rega

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....