Bandung, Jawa Barat, 2 Februari 2026. Polrestabes Bandung terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui Program Polri di Bidang Ketahanan Pangan Kluster 1. Salah satu wujud konkret program tersebut adalah penambahan luas lahan tanam harian mencapai 30 hektare di wilayah hukum Polrestabes Bandung, sebagai bagian dari komitmen institusi kepolisian dalam mendukung kebijakan pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dr. Budi Sartono, S.I.K., M.Si., M.Han., melalui Kabag SDM Polrestabes Bandung AKBP Ujang Burhanudin, menyampaikan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari semangat Polri Presisi yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga pada penguatan sektor strategis nasional, termasuk pangan.
“Penambahan lahan tanam ini menjadi bentuk dukungan nyata Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Program ini kami jalankan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di daerah,” ujar AKBP Ujang Burhanudin.

Saat ini, tanaman jagung yang ditanam masih berada dalam fase pertumbuhan dan belum memasuki masa panen. Oleh karena itu, data produksi harian, harga jagung pipilan dengan kadar air 14 persen, serta informasi terkait serapan hasil panen oleh Perum Bulog maupun pabrik pakan belum dapat dihimpun.
“Tanaman masih dalam tahap pertumbuhan, sehingga belum tersedia data produksi maupun distribusi. Semua akan kami laporkan secara terbuka dan akuntabel setelah memasuki masa panen,” jelasnya.

Program ini tidak berdiri sendiri. Polrestabes Bandung juga mengintegrasikan berbagai kegiatan pendukung, seperti rapat koordinasi lintas sektor, analisis dan evaluasi berkala, serta pelatihan teknis yang disesuaikan dengan dinamika di lapangan. Pendekatan ini bertujuan memastikan program berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Hingga saat ini, pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Polri di wilayah hukum Polrestabes Bandung dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, serta unsur masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan program tersebut.
Melalui Kabag SDM, Kapolrestabes Bandung menegaskan komitmen institusinya untuk terus berperan aktif dalam mendukung keberhasilan Program Ketahanan Pangan Polri. Sinergi lintas sektor dipandang sebagai kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh, berkeadilan, dan berkelanjutan.
“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas persoalan strategis bangsa, termasuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” kata AKBP Ujang Burhanudin.
Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan sektor pangan sebagai fondasi ketahanan negara. Melalui keterlibatan institusi seperti Polri, diharapkan program ketahanan pangan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh akar persoalan, memperkuat produksi, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara luas.
(asep-eker)