FLS3N Sekolah Dasar Bandung Barat: Ruang Asah Minat dan Pembentukan Karakter Murid

Jurnalis9.com Bandung Barat. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pendidikan menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Bandung Barat. Acara yang menjadi ruang ekspresi dan tolok ukur pengembangan kompetensi non-akademik ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 20 hingga 21 Mei 2026, bertempat di Gumiwang Regency.

​Kegiatan tahunan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 3 sampai dengan kelas 5 sekolah dasar yang mewakili berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Sebanyak tujuh cabang lomba diselenggarakan, meliputi Gambar Bercerita, Menulis Cerita, Kriya, Mendongeng, Pantomim, Menyanyi Solo, dan Tari. Melalui kompetisi ini, minat, bakat, serta kreativitas anak-anak dipacu dalam iklim yang sehat dan sportif.

​Acara resmi dibuka oleh Analis Kebijakan Sub Koordinator Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Popi Siti Ichsanniaty. Dalam arahannya, Popi menekankan pentingnya wadah ini sebagai sarana memupuk rasa percaya diri dan karakter anak sejak dini.

​”Dengan fasilitas yang ada, diharapkan para peserta lomba dapat tampil optimal. Semoga perwakilan yang menang di sini bisa berlanjut dan membawa nama baik daerah ke tingkat provinsi,” ujarnya saat memberikan sambutan di hadapan para kepala sekolah, guru pendamping, orang tua, dan para siswa.

​Popi juga menambahkan rasa optimisnya mengingat rekam jejak prestasi Kabupaten Bandung Barat pada tahun sebelumnya. Berkaca pada pencapaian lalu, perwakilan dari cabang menyanyi solo berhasil menembus peringkat 10 besar di tingkat nasional. Catatan positif tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh peserta yang tengah berkompetisi.

​Di sisi lain, aspek akuntabilitas kompetisi mendapat perhatian serius. Panitia meminta segenap dewan juri untuk menjaga objektivitas dan transparansi sepanjang proses penilaian. Setiap cabang lomba memiliki kriteria penilaian yang ketat dan terukur, mulai dari penguasaan materi, teknik, penghayatan, hingga keserasian penampilan umum, demi memastikan hasil yang adil bagi seluruh peserta.

​Setelah melalui proses kurasi dan penilaian yang berjenjang, panitia pelaksana resmi mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 400.3.1/1131/Bid-SD/2026 yang menetapkan para pemenang untuk masing-masing cabang lomba.

​Pada cabang Gambar Bercerita, Khalda Ariqah Shafwan dari SD Negeri Batujajar 1 meraih peringkat pertama dengan nilai 1.697. Peringkat kedua ditempati oleh Nazha Zakmay Syahida dari SD Negeri Budi Asih (1.655), disusul Zakira Ilmi Aftani dari SD Negeri Sirnasari di posisi ketiga (1.598).

​Untuk cabang Menulis Cerita, Arika Nur Fatina dari SD Negeri Sirnagalih memimpin dengan raihan nilai 283. Di posisi kedua dan ketiga masing-masing ditempati oleh Russel Daud dari SD Negeri Kertamukti (280,8) dan Nazwa Salsa Sabila dari SD Negeri Litasembada (280,2).

​Cabang Kriya menempatkan Yhara Anindya Latiefah dari SD Negeri Batujajar 1 sebagai pemenang utama dengan nilai 276,22. Posisi berikutnya diraih oleh Sadat Nubugi Alqan dari SDIT Ibnu Khaldun (269,3) dan Putra Ahmad Maulidan dari SD Negeri Mandalasari (242,7).

​Sementara itu, pada lomba Mendongeng, Rania Humairah dari SD Negeri Hegarmanah sukses meraih nilai tertinggi sebesar 1.305. Adiva Meidina Kramadibrata dari SD Darut Tauhid menduduki peringkat kedua (1.280) dan Hana Aish Salma dari SD Negeri 4 Cimareme berada di peringkat ketiga (1.225).

​Pada kategori kelompok, cabang Pantomim dimenangi oleh grup dari SD Negeri Pancasila yang beranggotakan Adyastama Nugraha dan M. Daniswara dengan nilai 271. Peringkat kedua diraih oleh Muhammad Ryandi Saputra dan Muhammad Rizky Aditya dari SD Negeri Panaruban (267,25). Tempat ketiga diraih oleh pasangan Yasmina Galuh Kalyani dan Pelangi Zhafira Khairunnisa Widiawardany dari SD Negeri Batujajar 3 (266,75).

​Cabang Menyanyi Solo menempatkan Alaina Melody Khumaira Rizki dari SD Kartika X-3 sebagai juara pertama dengan akumulasi nilai 1.105. Qiura Alzena Firstiandra dari SDIT Fithrah Insani meraih posisi kedua (1.086), dan Adinda Kanza Naila dari SD Negeri 2 Sudimampir menempati posisi ketiga (1.062).

​Terakhir, pada cabang Tari, kelompok dari SD Negeri 1 Cikalongwetan yang diperkuat oleh Gwen Syareefa Mustyari, Adeeva Afsheen Meisha, dan Rafanda Gwen Syareefa keluar sebagai yang terbaik dengan nilai 1.111. Peringkat kedua diisi oleh Kirana Maura Putri, Alya Raina Putri, dan Adelia Aryani Setiawan dari SD Negeri Budhi Karya (1.108). Peringkat ketiga diraih oleh regu SD Negeri 1 Kayuambon yang beranggotakan Dheandra Assyifa Putri Rochnanto, Salka Queenzy Shareefa, dan Syahnaz Dyah Kanaya (1.066).

​Penghargaan berupa piala dan piagam diserahkan langsung pada hari kedua pelaksanaan acara. Ajang ini tidak sekadar menjadi tempat penyerahan apresiasi, melainkan ruang pembuktian bahwa proses pendidikan karakter di sekolah dasar di Kabupaten Bandung Barat terus berjalan secara berkelanjutan.

Reporter : Komala Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....