Bandung Ingin Menegaskan Jati Diri sebagai Kota Tarung Derajat, Pembinaan Atlet hingga Regulasi Disiapkan

Jurnalis9.com Bandung, 10 Juli 2026 Tarung Derajat kembali ditempatkan sebagai bagian penting dari identitas Kota Bandung. Dalam pelantikan dan pengukuhan Pengurus Cabang Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Kota Bandung masa bakti 2026–2030 di Pendopo Kota Bandung, arah pembinaan olahraga bela diri asli Indonesia itu tidak hanya berbicara soal prestasi, tetapi juga menyentuh pembentukan karakter masyarakat, penguatan ekonomi daerah, hingga peluang lahirnya regulasi khusus yang menegaskan Bandung sebagai Kota Tarung Derajat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai Tarung Derajat memiliki posisi yang lebih luas dibanding sekadar cabang olahraga. Menurutnya, olahraga telah berkembang menjadi instrumen pembangunan manusia yang mampu membentuk disiplin, keberanian, kemandirian, dan ketangguhan generasi muda.

“Lahirnya Tarung Derajat di Kota Bandung menjadi bukti bahwa kota ini merupakan pusat lahirnya olahraga bela diri asli Indonesia yang memiliki nilai-nilai luhur,” kata Farhan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Tarung Derajat bukan hanya warisan budaya olahraga, melainkan aset daerah yang layak memperoleh ruang lebih besar dalam kebijakan pemerintah. Karena itu, Pemerintah Kota Bandung akan mengkaji kemungkinan penyusunan regulasi yang memperkuat identitas Bandung sebagai Kota Tarung Derajat, baik melalui Peraturan Daerah, Peraturan Wali Kota, maupun bentuk kebijakan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Farhan juga menyambut usulan pembangunan monumen Tarung Derajat di kawasan Buah Batu, wilayah yang memiliki keterkaitan sejarah dengan lahirnya olahraga tersebut. Usulan itu, menurut dia, akan dipertimbangkan bersama DPRD Kota Bandung dengan memperhatikan proses perencanaan, penganggaran, dan perizinan.

Di sisi lain, pemerintah melihat olahraga sebagai bagian dari pembangunan ekonomi. Berbagai kegiatan olahraga dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui meningkatnya kunjungan peserta, pelatih, ofisial, maupun wisatawan. Karena itu, pemerintah mendukung gagasan penyelenggaraan Bandung Fighting Festival sebagai agenda tahunan yang mempertemukan berbagai cabang olahraga bela diri.

Ketua Umum Pengcab KODRAT Kota Bandung Asep Robin menyampaikan kepengurusan baru membawa agenda yang cukup ambisius, yakni membentuk satuan latihan Tarung Derajat di setiap kelurahan di Kota Bandung. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas pembinaan atlet sejak usia dini sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada masyarakat.

Menurut Asep, Kota Bandung memiliki modal yang kuat karena selama ini atlet-atlet Tarung Derajat telah menorehkan prestasi mulai dari tingkat daerah hingga internasional. Prestasi itu menjadi fondasi untuk memperkuat posisi Bandung sebagai pusat pembinaan olahraga bela diri tersebut.

Kepengurusan baru juga telah memperoleh dukungan fasilitas pusat latihan seluas sekitar 500 meter persegi di kawasan BPP Cicadas. Fasilitas itu diproyeksikan menjadi training center bagi atlet Tarung Derajat Kota Bandung sekaligus pusat pembinaan berkelanjutan.

Tidak berhenti pada pembinaan, Pengcab KODRAT Kota Bandung juga menargetkan penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Tarung Derajat pada Desember 2026. Ajang itu diharapkan menghadirkan peserta dari berbagai provinsi sehingga memberikan dampak bagi perkembangan olahraga sekaligus aktivitas ekonomi Kota Bandung.

Sementara itu, pendiri Tarung Derajat, Drs. G. H. Achmad Dradjat, mengingatkan bahwa kekuatan organisasi tidak semata diukur dari banyaknya medali yang diraih. Tarung Derajat, kata dia, sejak awal dibangun sebagai media pembentukan manusia yang mampu mengendalikan diri, bertanggung jawab, memiliki disiplin, serta menjunjung tinggi persaudaraan.

“Tarung Derajat bukan sekadar mengajarkan bagaimana memukul atau mengalahkan lawan. Lebih dari itu, Tarung Derajat adalah sarana membentuk manusia yang berkarakter,” ujarnya.

Achmad Dradjat juga mengingatkan seluruh pengurus agar menjalankan amanah secara profesional tanpa meninggalkan filosofi yang menjadi dasar lahirnya Tarung Derajat. Organisasi, menurut dia, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tetapi tetap menjaga nilai-nilai yang diwariskan sejak awal berdiri.

Pelantikan kepengurusan baru KODRAT Kota Bandung memperlihatkan bahwa arah pengembangan Tarung Derajat kini bergerak pada spektrum yang lebih luas. Pembinaan atlet tetap menjadi prioritas, namun perhatian juga diarahkan pada pendidikan karakter, kesehatan masyarakat, penguatan identitas daerah, hingga kontribusi terhadap perekonomian.

Keberhasilan agenda tersebut pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh banyaknya program yang diumumkan, melainkan oleh konsistensi pelaksanaannya. Jika pembinaan mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat kelurahan, regulasi berhasil diwujudkan, dan kompetisi nasional terlaksana secara berkesinambungan, Tarung Derajat berpeluang semakin mengukuhkan Bandung sebagai kota kelahirannya sekaligus pusat perkembangan olahraga bela diri asli Indonesia.

Reporter : M. Ray

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....