Jurnalis9.com Bandung Barat, 16 Juli 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Tenaga Kerja kembali memperluas akses penempatan tenaga kerja dengan menyelenggarakan kegiatan walk-in interview di Aula Kecamatan Parongpong, Kamis, 16 Juli 2026. Program ini menjadi penutup rangkaian pelaksanaan di empat wilayah setelah sebelumnya dilaksanakan di Sindangkerta, Cipeundeuy, dan Padalarang. Langkah tersebut mencerminkan pendekatan yang lebih dekat kepada masyarakat dibanding memusatkan rekrutmen di satu lokasi.
Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat, Dewi Andani, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Menurut dia, pemerintah daerah tidak hanya menyediakan informasi lowongan, tetapi juga membangun ruang pertemuan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja.
“Tujuan kegiatan ini adalah mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja secara langsung. Kami mencoba memfasilitasi agar kesempatan kerja lebih mudah dijangkau masyarakat,” kata Dewi.

Ia menjelaskan, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bandung Barat saat ini berada pada kisaran 6,7 persen. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang terus ditekan melalui berbagai program penempatan tenaga kerja, pelatihan keterampilan, hingga pengembangan kewirausahaan yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah.
Menurut Dewi, pelaksanaan walk-in interview di beberapa wilayah dipilih agar pelayanan lebih merata. Masyarakat dari daerah yang jauh tidak lagi harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk mengikuti proses seleksi awal. Selain mengurangi biaya transportasi, pola ini juga dinilai lebih aman dan efisien bagi para pencari kerja.
Antusiasme masyarakat terlihat di setiap lokasi pelaksanaan. Secara keseluruhan jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar lima ribu orang. Di Padalarang saja, peserta yang hadir mencapai lebih dari 1.200 orang. Sementara di Parongpong, puluhan perusahaan membuka meja rekrutmen untuk berbagai posisi yang dapat diakses oleh lulusan SMA, SMK, diploma, hingga perguruan tinggi.

Sebanyak 32 perusahaan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Peluang kerja yang ditawarkan berasal dari sektor pariwisata, perhotelan, manufaktur, garmen, logistik, ritel, jasa keuangan, hingga business process outsourcing. Beberapa perusahaan yang hadir antara lain Orchid Forest Cikole, Grafika Cikole, Sindang Reret Group, PT Kwangduk Worldwide, PT Sarana Makin Mulya, Alfamart, Shopee Express, PT Central Texindo, MBK Ventura, PT Mitra Utama Madani, Persada, Anteraja, PKSS, TPFx, Kobus Smart Service, serta PT Sudinar Artha.
Selain perusahaan, Dinas Tenaga Kerja juga menghadirkan perguruan tinggi dan lembaga pelatihan sebagai alternatif bagi lulusan yang ingin meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan ketenagakerjaan tidak semata bergantung pada tersedianya lowongan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam memenuhi kebutuhan industri.
Dewi mengingatkan para pencari kerja agar tidak berhenti mencari peluang apabila belum berhasil diterima melalui kegiatan tersebut. Pemerintah, kata dia, menyediakan layanan informasi lowongan kerja secara daring melalui aplikasi SIAPkerja Kementerian Ketenagakerjaan dan platform Hayu Gawe yang terus diperbarui sesuai kebutuhan perusahaan.
“Kalau belum ada kesempatan hari ini, jangan berhenti melamar. Peluang kerja masih terbuka dan informasi lowongan terus kami perbarui melalui layanan daring,” ujarnya.

Camat Parongpong Agus Ganjar Hidayat menilai kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurut dia, tingginya minat peserta menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap informasi pekerjaan masih sangat besar, terutama bagi lulusan baru yang sedang memasuki dunia kerja.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya para pencari kerja benar-benar memperoleh pekerjaan sesuai kompetensinya,” kata Agus.
Di sela kegiatan, Agus menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah pencari kerja yang didominasi lulusan SMA dan SMK. Ia menanyakan kesiapan dokumen lamaran, posisi yang diminati, serta memberikan dorongan agar tetap optimistis mengikuti setiap tahapan seleksi. Interaksi sederhana itu memperlihatkan bahwa perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi juga hadir melalui komunikasi langsung dengan masyarakat.

Di balik tingginya animo masyarakat, kegiatan ini sekaligus menggambarkan tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi Bandung Barat. Setiap tahun ribuan lulusan baru memasuki pasar kerja, sementara kebutuhan tenaga kerja terus berubah mengikuti perkembangan industri. Kondisi tersebut menuntut pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk membangun hubungan yang lebih erat agar kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan perusahaan dapat diperkecil.
Walk-in interview di Parongpong menjadi gambaran bahwa penyediaan lapangan kerja tidak cukup dilakukan melalui satu kegiatan berskala besar. Pelayanan yang dekat dengan masyarakat, informasi lowongan yang mudah diakses, pelatihan keterampilan yang berkelanjutan, serta kemitraan aktif dengan dunia usaha merupakan bagian dari strategi yang saling melengkapi. Jika konsistensi itu terus dipertahankan, peluang menurunkan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Bandung Barat akan semakin terbuka, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah.
Reporter : Komala Sari