Jurnalis9.com. Karawang, 11 Maret 2026. Sekitar 500 insan pers dari Bekasi, Karawang, dan Purwakarta menghadiri Silaturahmi Akbar yang digelar di Aula Husni Hamid, Karawang, Rabu sore. Pertemuan tersebut mempertemukan puluhan organisasi pers sekaligus menghadirkan sosok Hedot, karakter kartun yang dikenal melalui rubrik komik “Lembergar” di Surat Kabar Pos.
Acara yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB itu dihadiri lebih dari 30 ketua organisasi pers dari tiga wilayah tersebut. Pertemuan ini menjadi forum silaturahmi lintas komunitas jurnalis di kawasan yang kerap disebut sebagai wilayah Jawa Barat VII.
Salah satu momen yang menarik perhatian peserta adalah kehadiran Hedot, karakter komik yang dikenal melalui cerita komedi situasi bersama tokoh lain seperti Doyok, Otoy, dan Ali Oncom. Figur kartun tersebut dikenal luas oleh pembaca lama rubrik kartun di media cetak.

“Inisiatif menghadirkan Hedot menjadi simbol bahwa karya manual tetap hidup di tengah teknologi,” kata Doni Ardon, inisiator sekaligus Ketua Panitia Silaturahmi Akbar Insan Pers Bekasi, Karawang, Purwakarta.
Doni menyebutkan, di tengah perkembangan teknologi digital dan penggunaan kecerdasan buatan untuk membuat ilustrasi atau karikatur, Hedot masih mempertahankan cara tradisional dengan menggambar menggunakan spidol.
“Di tengah perkembangan teknologi saat ini, banyak pewarta membuat karikatur dengan memanfaatkan aplikasi AI, tapi Hedot masih menggunakan spidol sebagai alat menggambar,” ujar Doni.
Dalam acara tersebut, Hedot menyerahkan dua karya karikatur kepada tokoh publik melalui perwakilan media. Karikatur pertama menggambarkan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh yang sedang digotong wartawan. Karya kedua menampilkan anggota DPR RI H. Jalal Abdul Nasir yang memeluk bola dunia bertuliskan “Pers”.
Kedua karya itu diserahkan kepada pihak yang dituju melalui CEO Media Lintas Karawang, Kim, dan CEO Media Mitranews.net, Doni Ardon.
Selain menampilkan karya kartun, kegiatan ini juga menjadi ruang temu bagi jurnalis dari berbagai media dan organisasi profesi. Para peserta tampak memanfaatkan momentum untuk bertukar kabar, berdiskusi, serta mengabadikan momen bersama di area photobooth yang disiapkan panitia.
CEO Lintaskarawang.com, Kim, menilai kehadiran ratusan jurnalis tersebut mencerminkan kekompakan komunitas pers di tiga wilayah.
“Hari ini kita buktikan bahwa insan pers di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta solid dan kompak,” kata Kim.
Ia juga menyinggung pentingnya solidaritas di kalangan jurnalis, terutama ketika ada rekan seprofesi yang menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas peliputan.
“Ketika ada insan pers yang dikriminalisasi atau mendapat perlakuan tidak baik saat meliput, maka insan pers lainnya wajib turut membela,” ujarnya.
Usai sambutan, sejumlah ketua organisasi pers menyampaikan kampanye pers yang menekankan pentingnya menjaga independensi, profesionalisme, dan integritas jurnalistik.
Pesan yang disampaikan dalam kampanye tersebut menekankan bahwa solidaritas profesi perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga kualitas informasi.
“Pers yang solid berfungsi sebagai benteng informasi yang akurat dan berimbang,” kata Kim.
Puluhan organisasi pers tercatat mendukung kegiatan ini, di antaranya Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Forum Wartawan Jakarta Indonesia (FWJ), Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN), Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), serta sejumlah komunitas jurnalis lainnya dari Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
Rangkaian acara juga diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karawang, Yayan Sopiyan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan pembagian paket bingkisan Lebaran kepada para wartawan yang hadir.
Sebelumnya, acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang dipimpin kelompok paduan suara Candra Gemilang dari SMAN 5 Karawang, disertai pembacaan shalawat.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 19.00 WIB dalam suasana tertib. Bagi para jurnalis yang hadir, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat tentang pentingnya menjaga solidaritas profesi di tengah perubahan ekosistem media.
Reporter : Asep Eker