CIHAMPELAS, KBB, 13 Januari 2026. Di tengah rintik hujan yang membasahi perbukitan Desa Situwangi, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, sebuah optimisme besar tengah dirajut. Di sebuah kantor sederhana, jajaran TNI bersama pemerintah desa berkumpul di depan layar komunikasi, menyambungkan harapan warga desa langsung ke pusat komando di Jakarta.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0609/Cimahi, Letkol Inf Ratno, S.H., M.I.P., menggelar evaluasi rutin pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui konferensi video bersama Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI, Mayjen TNI Suhardi, serta Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Mayjen TNI Trenggono, S.I.P., M.A.P.
Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan langkah krusial memastikan mandat negara sampai ke tangan rakyat. Desa Situwangi terpilih sebagai lokasi evaluasi karena menunjukkan dedikasi luar biasa dalam pembangunan fisik koperasi.

”Saya sengaja melaksanakan kegiatan evaluasi di Desa Situwangi karena progres pembangunannya merupakan yang tertinggi, saat ini sudah mencapai kurang lebih 90 persen,” ujar Letkol Inf Ratno dengan nada bangga di sela-sela peninjauan lokasi.
Pembangunan ini dipacu oleh tenggat waktu yang sakral. KDMP Situwangi direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada 31 Januari mendatang. Target tersebut menjadi pemacu semangat bagi seluruh personel di lapangan, meski tantangan alam tidak bisa dianggap enteng.
Letkol Inf Ratno mengakui bahwa cuaca ekstrem belakangan ini menjadi hambatan utama. Namun, ia menegaskan bahwa pengabdian tidak boleh terhenti oleh hujan. “Kami berkomitmen bersama kontraktor dan konsultan agar meskipun hujan, pekerjaan tetap produktif. Ketika pembangunan fisik di luar tidak memungkinkan, maka pekerjaan pabrikasi atau pendukung lainnya tetap dilaksanakan di dalam,” tegasnya.

Aspek humanis terpancar kuat saat pembahasan beralih ke akses jalan. Menuju lokasi KDMP bukanlah perkara mudah; jalanan menanjak dan menantang menjadi makanan sehari-hari warga. Letkol Inf Ratno berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan memberikan dukungan infrastruktur. Ia meyakini, jalan yang baik adalah urat nadi yang akan menghidupkan nadi ekonomi koperasi.
Senada dengan Dandim, Kepala Desa Situwangi, Uus Abdurrahman, mengungkapkan komitmennya untuk membenahi akses menuju “koperasi di atas gunung” tersebut. Ia memproyeksikan pembangunan jalan tembus sepanjang 300 meter pada tahun 2026 ini.
”Mudah-mudahan ini membawa hikmah dan manfaat. Saya fokus pada akses jalan karena koperasi ini nantinya harus dikunjungi oleh banyak masyarakat. Kami bayangkan di depan lokasi nanti bisa berkembang usaha kuliner dan gazebo-gazebo untuk warga,” tutur Uus dengan penuh harap.
Bagi TNI, tugas membangun fisik bangunan mungkin akan segera usai, namun keberlanjutan ekonomi ada di tangan masyarakat. Letkol Inf Ratno mengingatkan bahwa KDMP harus benar-benar menjadi “sokoguru” atau tiang utama perekonomian desa.
“Kami dari TNI diberi tugas untuk membangun, namun selanjutnya bagaimana koperasi ini dihidupkan adalah peran desa itu sendiri. Jika masyarakat memiliki kemauan kuat untuk sejahtera, saya yakin koperasi ini akan berkembang pesat,” tutup Letkol Inf Ratno.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Danramil 0901/Cililin Kapten Inf Arif Fahrudin, perwakilan Kecamatan Cihampelas Kusnandar, serta jajaran perangkat desa. Meski pertemuan berakhir dengan suasana formal, ada kehangatan yang tertinggal, sebuah janji bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh meninggalkan mereka yang berada di balik bukit.