BATUJAJAR, KABUPATEN BANDUNG BARAT. 17 Januari 2026. Riuh rendah suara sarung tinju yang beradu dan deru napas para atlet muda akan menggema di Gedung Serba Guna Desa Batujajar Timur. Pada Minggu, 18 Januari 2026, sebuah tonggak sejarah baru ditorehkan di wilayah ini. Untuk pertama kalinya, ajang tinju bertajuk “Skenabox Fighting Series” resmi digelar, mempertemukan puluhan talenta muda dari kalangan pelajar SMA hingga mahasiswa.
Kegiatan yang diinisiasi oleh kelompok pemuda setempat ini bukan sekadar ajang adu jotos. Di balik tali ring—yang untuk sementara masih menggunakan matras—terdapat misi besar untuk meredam konflik remaja dan menyulut api prestasi.

Ketua Pelaksana Skenabox Fighting Series, Jonathan, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta melampaui ekspektasi awal. Sebanyak 36 petinju amatir dari wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi turut ambil bagian. Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp150.000, para peserta mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan nyali sekaligus memperebutkan medali dan sertifikat penghargaan.
”Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya remaja di masyarakat yang sering terlibat dalam hal-hal negatif. Oleh karena itu, kami menciptakan sarana untuk menyalurkan hobi baru yang positif, yaitu olahraga tinju,” ujar Jonathan di sela-sela persiapan pertandingan.
Meski bertajuk sparring season dan bukan kejuaraan formal yang berlangsung berhari-hari, standar keamanan tetap menjadi prioritas utama. Penyelenggara memastikan kehadiran dokter dan ambulans di lokasi pertandingan sebagai syarat mutlak keselamatan atlet. Selain itu, jalannya laga dipantau langsung oleh wasit dari Jawa Barat dan diawasi oleh Technical Delegate (TD) profesional.

Perwakilan Technical Delegate yang bertugas, menekankan bahwa ajang ini adalah fondasi penting bagi regenerasi atlet di Jawa Barat. Mengingat kategori yang dipertandingkan didominasi kelas Youth (usia 17–18 tahun), ajang ini menjadi “radar” bagi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) KBB untuk memantau bakat-bakat baru.
”Ini penting untuk regenerasi atlet muda. Saya sangat senang dan setuju anak-anak muda mengadakan kegiatan seperti ini. Namun untuk jenjang prestasi, pembinaan harus melalui kejuaraan resmi, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional,” ungkap sosok yang ditunjuk sebagai TD tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa ajang ini bisa menjadi batu loncatan menuju ajang bergengsi seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) hingga Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang. “Saya menyarankan kepada Ketua Pertina Bandung Barat agar mengadakan seleksi antar-sasana untuk mencari atlet-atlet terbaik yang nantinya bisa mewakili Bandung Barat,” imbuhnya.
Skenabox Fighting Series diharapkan tidak berhenti pada edisi perdana ini. Jonathan menjelaskan bahwa proses sosialisasi yang memakan waktu lima bulan melalui media sosial telah membuktikan bahwa ruang-ruang positif seperti ini sangat dirindukan oleh generasi muda. Rencana besar pun telah disusun, termasuk keinginan Pertina untuk membangun pusat pelatihan atau camp di wilayah Batujajar.
Pertandingan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini menjadi bukti nyata bahwa energi besar masa muda, jika diarahkan dengan tepat, mampu melahirkan sportivitas. Di atas matras Desa Batujajar Timur, para remaja ini belajar bahwa keberanian bukan tentang siapa yang paling garang di jalanan, melainkan siapa yang paling disiplin dan menghormati lawan di bawah aturan olahraga. (ks)