Pelepasan Siswa Yayasan Al-Majidiyyah Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkelanjutan dan Pembentukan Karakter

Jurnalis9.com Bandung Barat, 23 Juni 2026. Pelepasan siswa dan kenaikan kelas di lingkungan Yayasan Al-Majidiyyah bukan sekadar penanda berakhirnya tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan yang melibatkan RA Al-Majidiyyah, MIS Gombong, SMP Al-Mahmud Plus, dan MA Nurul Hamidah itu memperlihatkan bagaimana pendidikan diposisikan sebagai proses yang berkesinambungan, mulai dari membangun karakter hingga menyiapkan peserta didik menghadapi jenjang berikutnya.

Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, slogan “Melangkah dengan Ilmu, Tumbuh dengan Karakter, dan Sukses dengan Kerja Keras” menjadi pesan yang ingin ditegaskan yayasan. Pendidikan tidak berhenti pada kelulusan, melainkan harus menjadi jalan panjang untuk meningkatkan kualitas diri.

Ketua Yayasan Al-Majidiyyah, Abdurrahman, menjelaskan jumlah lulusan tahun ini berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Sekitar 12 siswa berasal dari MA Nurul Hamidah, 40 siswa dari SMP Al-Mahmud Plus, sekitar 60 siswa dari MIS Gombong, dan sekitar 25 anak dari RA Al-Majidiyyah. Selain pelepasan lulusan, kegiatan juga diikuti peserta didik yang naik ke tingkat berikutnya.

Bagi Abdurrahman, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak diukur dari banyaknya siswa yang lulus semata, melainkan dari sejauh mana mereka terdorong untuk terus belajar.
“Untuk yang sudah dilepas dan melanjutkan, saya mengharapkan para siswa melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Untuk RA ke MI, MI ke SMP, SMP ke SMA atau MA, sedangkan lulusan MA kami harapkan melanjutkan untuk menambah ilmunya di perguruan tinggi,” katanya.

Pernyataan itu mencerminkan tantangan yang masih dihadapi banyak daerah, yakni menjaga agar lulusan tidak berhenti di satu jenjang pendidikan. Di berbagai wilayah, faktor ekonomi maupun akses pendidikan masih menjadi alasan sebagian siswa tidak melanjutkan sekolah. Karena itu, dorongan moral dari sekolah dan keluarga tetap memiliki arti penting.

Abdurrahman juga berharap kepercayaan masyarakat terhadap Yayasan Al-Majidiyyah terus meningkat. Menurut dia, keterlibatan komite sekolah dan orang tua dalam pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya hubungan yang saling mendukung antara lembaga pendidikan dan keluarga.
“Kami berharap masyarakat semakin tertarik menyekolahkan anaknya di sini karena kegiatan ini juga didukung oleh orang tua melalui komite,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Desa Budiharja, Ahmad Syarif. Ia menilai pendidikan memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar menyampaikan pengetahuan di ruang kelas. Pendidikan juga menjadi sarana membangun karakter yang akan menentukan kualitas generasi muda pada masa mendatang.
“Ini merupakan bagian dari pendidikan dan pembentukan karakter. Siswa merupakan bagian yang sangat penting untuk membangun generasi muda yang lebih baik ke depannya,” katanya.
Ahmad Syarif juga memberikan penegasan mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, seluruh rangkaian berlangsung atas kesepahaman antara yayasan dan orang tua siswa, tanpa adanya unsur pemaksaan.

Penjelasan itu penting mengingat dalam beberapa tahun terakhir kegiatan pelepasan siswa di sejumlah daerah sempat menjadi perhatian publik. Pemerintah melalui berbagai kebijakan mendorong sekolah agar setiap kegiatan memperhatikan kemampuan ekonomi orang tua dan dilaksanakan berdasarkan kesepakatan bersama. Dalam konteks tersebut, Ahmad Syarif memastikan kegiatan di Yayasan Al-Majidiyyah lahir dari kerja sama yang telah disetujui seluruh pihak terkait.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak menjadikan kelulusan sebagai garis akhir perjalanan pendidikan.
“Janganlah berhenti menimba ilmu. Karena semakin banyak ilmu yang kita miliki, semakin mudah untuk kita melangkah hidup ke depan,” ujarnya.

Pesan tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia yang kini semakin menuntut kemampuan belajar sepanjang hayat. Persaingan dunia kerja, perkembangan teknologi, serta perubahan sosial mengharuskan generasi muda terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.

Pelepasan siswa akhirnya bukan hanya menjadi ruang untuk memberikan penghargaan atas capaian belajar, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah proses yang terus berlanjut. Keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya ditentukan oleh jumlah lulusan setiap tahun, melainkan oleh kemampuannya menanamkan semangat belajar, karakter yang kuat, dan keinginan untuk terus berkembang.

Dari kegiatan di Yayasan Al-Majidiyyah tampak bahwa kolaborasi antara sekolah, keluarga, komite, dan pemerintah desa menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan. Ketika seluruh unsur tersebut berjalan seiring, peluang lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan menjadi semakin besar. Itulah nilai utama yang mengemuka dari kegiatan pelepasan tahun ini, melampaui sekadar penutupan kalender akademik.

Reporter : Komala Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....