​Bukan Sekadar Adu Jotos, Skenabox Sparing Series Batujajar Bidik Bibit Atlet Profesional


BATUJAJAR, KABUPATEN BANDUNG BARAT. 18 Januari 2026. Suasana riuh rendah menyelimuti Gedung Serba Guna Desa Batujajar Timur, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (18/1/2026). Di tengah cuaca yang cukup terik, sebanyak 36 petarung muda dari berbagai sasana berkumpul untuk menunjukkan nyali dan teknik dalam ajang perdana “Skenabox Sparing Series”.

​Bukan sekadar ajang adu ketangkasan fisik, kompetisi ini menjadi oase bagi anak-anak muda yang rindu akan wadah penyaluran bakat yang positif. Di atas ring yang sederhana namun penuh gairah, setiap pukulan yang dilancarkan bukan sekadar mencari kemenangan, melainkan pembuktian disiplin diri.

​Pertandingan yang menggunakan sistem sparing satu lawan satu ini diikuti oleh peserta kategori youth. Meski bertajuk amatir, ketegangan terasa nyata. Para pendukung dari sudut merah dan biru tak henti-hentinya memberikan semangat, sementara keluarga peserta tampak setia mendampingi di sisi ring, menyaksikan buah hati mereka berjuang dengan sportivitas tinggi.

​Wasit sekaligus pelatih tinju Jawa Barat, Atis Sutisna, memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif kepanitiaan yang didominasi oleh kalangan pelajar. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah awal yang krusial untuk meminimalisasi kenakalan remaja.
​”Saya sangat mengapresiasi anak-anak muda ini. Daripada mereka tidak terarah, lebih baik diarahkan ke prestasi. Kegiatan seperti ini sangat bagus karena bakat mereka dapat terwadahi melalui sasana-sasana yang ada,” ujar Atis Sutisna saat ditemui di lokasi pertandingan.

​Ia juga menekankan pentingnya edukasi bagi para pegiat tinju pemula. “Anak-anak komunitas sudah mulai memahami aturan, seperti larangan melakukan pukulan backhand, pivot, atau open glove (tangan terbuka). Ini tahap awal yang sangat baik bagi masa depan karier mereka,” tambahnya.
​Hal senada diungkapkan oleh Mansuentus Semu, yang juga bertindak sebagai wasit dalam ajang tersebut. Ia berharap pemerintah dan pemangku kepentingan dapat lebih melirik potensi ini dengan meningkatkan sarana dan prasarana di masa mendatang.

​Sisi humanis terpancar dari wajah Leonda Dika Utomo dan Shafaranggi, dua siswa kelas 10 perwakilan Bandung Muay Thai Club (BMC) Cimahi yang sukses meraih medali. Meski sempat merasa gugup sebelum naik ke ring, dukungan orang tua dan persiapan selama tiga bulan menjadi modal utama mereka.
​”Rasanya deg-degan karena biasanya hanya latihan. Di sini dituntut lebih serius. Harapannya saya bisa meraih prestasi lebih tinggi lagi ke depannya,” ungkap Leonda dengan penuh harap.
​Dari sisi keamanan, Polsek Batujajar yang diwakili oleh Cecep, turut memastikan jalannya acara berlangsung kondusif. “Kami mewakili Kapolsek Batujajar sangat mengapresiasi. Fokus utama kami adalah keamanan. Semoga kegiatan ini menjadi bibit atlet yang menjunjung tinggi sportivitas, baik saat menang maupun kalah,” jelasnya.

​Ajang Skenabox Sparing Series ini diakhiri dengan penyerahan medali dan piagam bagi para pemenang. Meski sederhana, ajang ini telah menanamkan benih harapan bagi para petarung muda di Kabupaten Bandung Barat untuk melangkah ke kancah nasional, bahkan internasional. (ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....