Lembang, Kabupaten Bandung Barat, 28 Januari 2026. Bantuan kemanusiaan bagi korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus berdatangan hingga hari kelima pascakejadian. Salah satu bantuan tersebut disalurkan oleh warga Kampung Cilumber, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, yang secara swadaya menggalang dan mengirimkan logistik ke wilayah terdampak.
Pengiriman bantuan dilakukan dari halaman Kantor Kecamatan Lembang pada Selasa (28/1/2026). Meski hujan turun sejak pagi, warga dari berbagai unsur tetap hadir, mulai dari tokoh masyarakat, pengusaha lokal, Karang Taruna, hingga pengurus RT dan RW. Sebanyak sembilan kendaraan disiapkan untuk mengangkut bantuan ke lokasi bencana.

Bantuan yang dikirimkan berupa kebutuhan dasar yang dibutuhkan warga terdampak longsor, di antaranya sembako, sayuran, mi instan, makanan ringan, air minum, pakaian layak pakai, perlengkapan perempuan, perlengkapan ibadah, kasur lipat, serta perlengkapan tidur lainnya.
Pelepasan rombongan bantuan dipimpin Camat Lembang, Bambang Eko Setyowahjudi. Sebelum keberangkatan, seluruh relawan dan perwakilan warga mengikuti doa bersama sebagai bentuk ikhtiar agar proses penyaluran bantuan berjalan lancar dan aman hingga tujuan.
Situasi di lokasi pelepasan bantuan terpantau ramai. Kendaraan pengangkut bantuan keluar masuk area kantor kecamatan, bersamaan dengan lalu lintas kendaraan dari berbagai wilayah. Kondisi jalan yang sempit dan berlumpur akibat hujan menyebabkan arus lalu lintas sempat tersendat dan terjadi kemacetan di sekitar lokasi. Namun, hal tersebut tidak menghambat proses keberangkatan rombongan.

Koordinator pengiriman bantuan dari Kampung Cilumber, Haji Giri, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat terhadap warga yang terdampak bencana. “Saya mengoordinasikan bantuan yang dikirimkan dari warga Kampung Cilumber, mulai dari RW 07, RW 08, RW 09, hingga RW 12. Bantuan ini kami salurkan kepada saudara-saudara kita di wilayah Pasirlangu dan Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua,” ujar Giri.
Ia menjelaskan, jenis bantuan yang dikirim telah disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi bencana. “Bantuan yang kami kirimkan berupa pakaian, alat salat, perlengkapan tidur, serta makanan instan yang dibutuhkan oleh warga terdampak,” katanya.
Menurut Haji Giri, pengiriman kali ini merupakan termin kedua. Sebelumnya, warga Kampung Cilumber telah menyalurkan bantuan pada tahap awal pascalongsor. “Ini pengiriman periode kedua. Ke depan masih ada kemungkinan pengiriman lanjutan, namun akan kami inventarisasi terlebih dahulu kebutuhan di lapangan, apakah masih diperlukan atau ada kebutuhan yang lebih spesifik,” ucapnya.
Haji Giri menilai tingginya partisipasi warga tidak terlepas dari kuatnya solidaritas sosial di lingkungan Kampung Cilumber. “Ketika mendengar ada bencana, warga dengan sendirinya mencari tahu ke mana bantuan akan disalurkan. Saat dikoordinasikan, masyarakat bisa langsung bergerak cepat,” katanya.
Ia berharap, semangat kebersamaan tersebut dapat terus terjaga. “Kami berharap seluruh warga terdampak diberikan kekuatan dan kondisi segera membaik. Solidaritas dan kepedulian masyarakat seperti ini semoga dapat terus dipertahankan,” ujarnya.
Hingga saat ini, bantuan dari berbagai elemen masyarakat, instansi pemerintah, dan pihak swasta masih terus berdatangan ke Desa Pasirlangu. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan koordinasi guna memastikan distribusi bantuan berjalan merata dan tepat sasaran, sekaligus memantau kondisi warga terdampak bencana longsor. (rai)