Jurnalis9.com Bandung, 15 Okt 2026 Akses internet menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pendidikan, terutama ketika proses belajar semakin bergantung pada sumber informasi digital. Di tengah kebutuhan tersebut, Srikandi PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Barat memberikan layanan internet gratis berkecepatan 50 Mbps selama 12 bulan kepada Panti Asuhan Restu Ibu di Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. Bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Iconnectivity for Education itu ditujukan untuk mendukung kegiatan belajar 30 anak yatim, piatu, dan yatim piatu.
Program ini memperlihatkan bagaimana infrastruktur telekomunikasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan sosial. Namun, manfaat konektivitas tidak hanya ditentukan oleh kecepatan jaringan. Ketersediaan perangkat, pendampingan pengasuh, kemampuan memilah informasi, dan penggunaan internet secara aman turut menentukan sejauh mana fasilitas tersebut berkontribusi terhadap pendidikan anak-anak.
Senior Manager Regional PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Barat, Heni Utari Ambarwati, mengatakan setiap anak berhak memperoleh kesempatan belajar dan mengakses informasi yang bermanfaat. Menurut dia, dukungan konektivitas diharapkan membantu anak-anak memperluas sumber pembelajaran, mengembangkan potensi diri, dan meningkatkan motivasi untuk meraih cita-cita.
“Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengakses informasi yang bermanfaat. Melalui bantuan internet gratis berkecepatan 50 Mbps selama 12 bulan ini, kami berharap anak-anak di Panti Asuhan Restu Ibu dapat memperoleh sumber pembelajaran yang lebih luas, mengembangkan potensi diri, dan semakin termotivasi untuk meraih cita-cita,” ujar Heni.
Pernyataan tersebut menempatkan akses informasi sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan pendidikan. Melalui internet, anak-anak dapat menemukan materi pelajaran tambahan, mengakses perpustakaan digital, dan mempelajari keterampilan baru. Meski demikian, tersedianya jaringan belum otomatis menjamin peningkatan hasil belajar. Pemanfaatan fasilitas tetap membutuhkan pengawasan dan kegiatan belajar yang terarah.
Pimpinan Yayasan Panti Asuhan Restu Ibu, Toto Sunarto, menyampaikan bahwa bantuan internet gratis tersebut mendukung kebutuhan belajar 30 anak di bawah pengasuhan yayasan. Ia berharap fasilitas itu dapat membantu mereka mencari informasi, memanfaatkan sumber pembelajaran digital, dan mengembangkan kemampuan.
“Kami berterima kasih atas bantuan akses internet gratis yang diberikan selama 12 bulan. Fasilitas ini sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan belajar 30 anak di panti asuhan, khususnya dalam mencari informasi dan memanfaatkan sumber pembelajaran digital,” kata Toto.
Bagi lembaga pengasuhan anak, akses internet dapat membuka kesempatan untuk memperoleh bahan belajar yang lebih beragam. Namun, penggunaannya juga memerlukan perhatian terhadap keamanan digital, perlindungan data pribadi, serta risiko paparan konten yang tidak sesuai usia. Pendampingan menjadi penting agar teknologi benar-benar mendukung pendidikan, bukan menambah persoalan baru.
Dari sisi perusahaan, program Iconnectivity for Education merupakan bagian dari pelaksanaan TJSL PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Barat. Keterlibatan Srikandi PLN Icon Plus juga memperlihatkan peran perempuan dalam mendorong kegiatan sosial yang memanfaatkan kompetensi perusahaan di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
PLN Icon Plus merupakan subholding Beyond kWh PT PLN (Persero) yang mengembangkan layanan teknologi informasi dan komunikasi serta mendukung transisi energi. Portofolio usahanya mencakup jaringan serat optik, layanan infrastruktur terkelola, pusat data, platform digital, dan layanan pengelolaan perangkat.
Bantuan internet selama 12 bulan ini memberikan dukungan konkret bagi kegiatan belajar anak-anak Panti Asuhan Restu Ibu. Namun, ukuran keberhasilan program sosial semestinya tidak berhenti pada pemasangan jaringan atau masa layanan yang diberikan. Manfaatnya juga perlu dilihat dari pemanfaatan fasilitas, keterlibatan pengasuh, dan kontribusinya terhadap kebutuhan pendidikan penerima.
Karena itu, kesinambungan program menjadi hal penting. Setelah masa layanan berakhir, kebutuhan konektivitas dan kemungkinan keberlanjutan akses perlu menjadi perhatian agar manfaat yang telah dibangun tidak terputus begitu saja.
Pada akhirnya, pemerataan pendidikan digital membutuhkan lebih dari ketersediaan jaringan internet. Teknologi perlu disertai pendampingan, akses terhadap perangkat, literasi digital, dan perhatian pada kebutuhan nyata peserta didik. Bantuan PLN Icon Plus membuka peluang bagi 30 anak untuk menjangkau sumber pengetahuan yang lebih luas. Seberapa besar dampaknya akan ditentukan oleh cara fasilitas tersebut digunakan dan sejauh mana manfaatnya dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Reporter : Komala