Jurnalis9.com. Bandung Barat, 10 Februari 2026. Kondisi fisik bangunan SD Negeri (SDN) Mekar Rahayu yang berlokasi di Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kian mengkhawatirkan. Dua ruangan utama, yakni ruang guru dan ruang kelas VI, dilaporkan mengalami kerusakan serius dan membutuhkan perbaikan segera demi keselamatan guru serta peserta didik.
Kerusakan paling parah terjadi pada ruang guru. Dinding bangunan dilaporkan mengalami retak-retak besar hingga tembus pandang, disertai pergeseran struktur bangunan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut membuat ruangan tidak lagi aman untuk digunakan dalam aktivitas sekolah sehari-hari.

“Di ruangan guru sudah tidak bisa dipakai lagi karena sudah banyak retak. Retaknya cukup parah sampai tembus pandang dan struktur bangunan juga sudah sedikit bergeser. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya ruangan guru tidak digunakan lagi,” ujar Cep Darmawan, guru kelas sekaligus operator sekolah SDN Mekar Rahayu, kepada awak media.
Tak hanya ruang guru, ruang kelas VI juga mengalami kerusakan struktural. Lantai ruangan tersebut dilaporkan mengalami penurunan sebagian dan pergeseran, sehingga menyebabkan kondisi bangunan di bagian atasnya ikut rusak. Situasi ini berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik yang beraktivitas di dalamnya.

“Lantai ruang kelas enam sudah turun sebagian dan bergeser. Bangunan di atasnya juga sudah pada rusak,” kata Cep.
Meski dalam kondisi tidak ideal dan berisiko, ruang kelas VI masih tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Keterbatasan ruang membuat pihak sekolah tidak memiliki pilihan lain, karena tidak tersedia ruangan pengganti yang layak untuk menampung kegiatan pembelajaran siswa.
“Walaupun kondisinya seperti itu, ruang kelas enam tetap kami pakai. Karena memang tidak ada ruangan lagi,” ujarnya.
Pihak sekolah pun berharap adanya perhatian dan respons cepat dari instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, agar dilakukan peninjauan dan perbaikan secepatnya. Menurut Cep, langkah antisipatif perlu dilakukan demi mencegah terjadinya risiko yang tidak diharapkan.
“Kami mohon kepada dinas terkait agar secepatnya memberikan perhatian. Kami khawatir, walaupun kita tidak berharap ada musibah, tapi tetap harus waspada,” ucapnya.
Kondisi bangunan sekolah yang tidak layak pakai bukan hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga berpengaruh terhadap kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar. Secara nasional, isu infrastruktur pendidikan masih menjadi tantangan di berbagai daerah, terutama di wilayah dengan keterbatasan anggaran perawatan bangunan sekolah. Data dari berbagai laporan pendidikan menunjukkan bahwa banyak sekolah dasar di daerah menghadapi persoalan serupa, mulai dari kerusakan atap, dinding, hingga struktur bangunan akibat usia bangunan dan minimnya perawatan berkala.
Dalam konteks ini, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan menjadi bagian penting dari pemenuhan hak dasar anak atas lingkungan belajar yang aman dan layak. Sekolah bukan hanya ruang belajar, tetapi juga ruang perlindungan bagi peserta didik dalam menjalani proses pendidikan sehari-hari.
Harapan besar kini tertuju pada langkah konkret pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk melakukan verifikasi lapangan, kajian teknis, serta percepatan perbaikan bangunan. Upaya tersebut dinilai penting agar aktivitas pendidikan di SDN Mekar Rahayu dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan bermartabat, tanpa dibayangi risiko keselamatan bagi guru maupun siswa.
Reporter : Asep eker