Jurnalis9.com.Bandung, 11 Februari 2026. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung resmi meluncurkan logo dan branding GASPOL (Gerakan Aktif, Sportif, Pemuda dan Olahraga) serta Calendar of Event (CoE) Dispora Kota Bandung Tahun 2026 dalam sebuah seremoni yang digelar di Hotel Horison, Kota Bandung, Selasa (11/2/2026). Peluncuran ini menjadi langkah awal penguatan arah kebijakan kepemudaan dan olahraga Kota Bandung menuju tahun 2026 yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Acara tersebut dihadiri sekitar 100 undangan dari berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemerintah Kota Bandung, DPRD Kota Bandung, organisasi kepemudaan, insan olahraga, hingga mitra strategis Dispora. Hadir di antaranya Kepala Dispora Kota Bandung Sigit Iskandar, S.IP., M.M., Sekretaris Dispora Hendi Maulana Yusuf, jajaran kepala bidang Dispora, Anggota DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya, serta perwakilan KNPI, KONI, PSSI, SOINA, NPCI, dan mitra Dispora lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan atraksi pencak silat dari Perguruan Silat Jomantara Bandung yang dibawakan oleh empat atlet muda, dilanjutkan pemutaran video kaleidoskop Dispora 2025 yang merangkum program, event, serta capaian kepemudaan dan olahraga sepanjang tahun sebelumnya.
Dalam sambutannya, Kepala Dispora Kota Bandung Sigit Iskandar menegaskan bahwa GASPOL bukan sekadar logo, tetapi identitas gerakan bersama. “Hari ini kita meluncurkan GASPOL sebagai branding Dispora, yang merupakan akronim dari Gerakan Aktif, Sportif, Pemuda dan Olahraga. Ini adalah simbol semangat kolektif untuk membangun pemuda dan olahraga Kota Bandung,” ujar Sigit.

Ia menjelaskan, GASPOL dibangun di atas tiga pilar utama, yakni sosialisasi, edukasi, dan pelatihan; peningkatan sarana dan prasarana; serta memperbanyak event di Kota Bandung. Menurutnya, event tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas atlet dan pemuda, tetapi juga memberi efek nyata terhadap pergerakan ekonomi lokal.
“Pada tahun 2025 tercatat 169 event resmi yang direkomendasikan Dispora. Jika digabung dengan event mandiri, jumlahnya bisa meningkat signifikan. Kegiatan tersebut mendatangkan sekitar 560.000 orang ke Kota Bandung, dengan akumulasi length of stay mencapai 617 hari. Ini berdampak pada peningkatan PAD, okupansi hotel, kafe, dan sektor ekonomi kreatif,” kata Sigit.
Sekretaris Dispora Kota Bandung, Hendi Maulana Yusuf, dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa GASPOL merupakan kelanjutan dari jargon sebelumnya, yakni GEDOR (Gerakan Edukasi Olahraga). “Jika lima tahun terakhir fokus pada menggedor semangat, maka 2026 adalah fase untuk gaspol, bergerak cepat demi prestasi atlet dan pemuda,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa logo GASPOL dipilih melalui sayembara terbuka tingkat nasional yang diikuti 154 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan melalui proses kurasi yang objektif. Bersamaan dengan itu, Dispora meluncurkan Calendar of Event 2026 sebagai panduan bersama seluruh program kepemudaan dan olahraga sepanjang tahun. “CoE ini menjadi instrumen informasi bagi masyarakat, mitra, dan wisatawan mengenai agenda kegiatan di Kota Bandung,” kata Hendi.
Dari unsur legislatif, Anggota DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya menilai GASPOL sebagai simbol semangat bergerak cepat dan tepat. “Secara terminologis, GASPOL mencerminkan semangat untuk bergerak cepat dalam mewujudkan visi Dispora agar pemuda Kota Bandung menjadi berprestasi, inovatif, dan sehat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung tantangan penyesuaian anggaran tahun 2026 akibat penurunan transfer dana dari pusat. Meski demikian, sektor pemuda dan olahraga dinilai tetap strategis karena berkaitan langsung dengan bonus demografi dan pembangunan sumber daya manusia.
Peluncuran GASPOL ditandai dengan seremoni peresmian logo yang melibatkan Wali Kota Bandung, perwakilan DPRD, Kepala Dispora, dan jajaran pejabat terkait, disertai tampilan visual dan musik pendukung. Momentum ini menandai dimulainya fase baru gerakan kepemudaan dan olahraga di Kota Bandung.
Melalui GASPOL dan Calendar of Event 2026, Dispora Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pemuda dan olahraga yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan, tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada kesehatan masyarakat serta penguatan ekonomi lokal.
Reporter : Komala Sari