Jurnalis9.com. 2 Pebruari 2026. Bangsa Indonesia berduka atas wafatnya Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998. Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi negara, mengingat dedikasi dan pengabdiannya yang panjang dalam bidang militer maupun pemerintahan.
Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Ia meniti karier militer melalui pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat dan kemudian berkembang menjadi salah satu perwira tinggi yang menempati posisi strategis di tubuh TNI Angkatan Darat. Karier militernya mencerminkan perjalanan panjang seorang prajurit yang tumbuh dari lapangan hingga jajaran pimpinan tertinggi.
Dalam perjalanan kariernya, Try Sutrisno pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam), Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), hingga Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pangab). Pada 1993, ia dipercaya mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden RI dalam Kabinet Pembangunan VI.
Sebagai Wakil Presiden, Try Sutrisno berperan dalam mendukung stabilitas politik dan keamanan nasional pada masa transisi global pasca-Perang Dingin. Ia dikenal sebagai figur yang tegas, disiplin, dan berorientasi pada ketertiban serta kesinambungan pembangunan. Latar belakang militernya turut membentuk pendekatannya yang sistematis dan struktural dalam mengelola pemerintahan.
Di bidang pertahanan dan keamanan, Try Sutrisno memiliki kontribusi penting dalam konsolidasi organisasi ABRI pada era Orde Baru. Ia terlibat dalam berbagai kebijakan strategis yang berkaitan dengan profesionalisasi prajurit dan penguatan struktur komando teritorial. Meski kebijakan pertahanan dan keamanan pada masa tersebut tidak lepas dari dinamika dan kritik publik, peran Try Sutrisno menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan institusi militer Indonesia.
Selepas masa jabatannya sebagai Wakil Presiden, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan sosial. Ia dikenal sebagai tokoh senior yang kerap memberikan pandangan mengenai kebangsaan, ketahanan nasional, dan pentingnya persatuan di tengah perubahan zaman.
Kepribadiannya yang lugas dan sederhana meninggalkan kesan mendalam bagi kolega maupun generasi penerus di lingkungan TNI dan pemerintahan. Dedikasinya selama puluhan tahun mencerminkan komitmen pada negara dan bangsa.
Kepergian Jenderal (Purn.) Try Sutrisno menjadi momentum refleksi atas perjalanan sejarah Indonesia, khususnya pada fase pembangunan Orde Baru hingga menjelang era reformasi. Jasa-jasanya sebagai prajurit dan negarawan akan tercatat dalam lembaran sejarah nasional.
Kami Jurnalis9 menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.
Red