Peralihan Kepemimpinan di Kecamatan Ngamprah, Agnes Camat Wanita Pertama Serahkan Jabatan ke Hari Mustika

Jurnalis9.com Ngamprah, 3 Maret 2026. Aula Kantor Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, menjadi saksi suasana khidmat dalam acara serah terima jabatan camat, Selasa (3/3/2026). Agnes Virganty, yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Ngamprah, resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Hari Mustika Jachja. Agnes kini mengemban amanat baru sebagai Sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung Barat.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ngamprah. Hadir dalam kesempatan tersebut para kepala desa se-Kecamatan Ngamprah, jajaran forkopimcam, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus TP-PKK, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.

Dalam sambutan perpisahannya, Agnes Virganty menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin selama hampir lima tahun, tepatnya sejak Juli 2021 hingga Februari 2026. Ia mengapresiasi solidaritas dan kekompakan seluruh jajaran kecamatan yang telah mendukungnya selama bertugas.

“Terima kasih kepada para kepala desa atas sinergitas yang luar biasa selama ini. Banyak prestasi yang ditorehkan oleh desa-desa di lingkungan Kecamatan Ngamprah. Saya juga berterima kasih kepada TP-PKK, MUI, BPD, forum ambulan, serta para pramuka atas dukungan dan kerjasamanya,” ujar Agnes.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjabat masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tugas. Agnes diketahui merupakan camat ke-13 sekaligus camat wanita pertama di Kabupaten Bandung Barat. Di akhir sambutannya, ia berpesan agar prestasi yang telah diraih selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Saya mohon doa restu untuk dapat menjalankan amanat baru di Kesbangpol dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Hari Mustika Jachja, yang kini resmi menjabat sebagai Camat Ngamprah ke-14, mengaku menyadari tantangan besar dalam menggantikan kepemimpinan Agnes. Ia menuturkan bahwa dirinya dan Agnes merupakan sama-sama lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), dengan Agnes sebagai seniornya.

“Saya mengapresiasi prestasi Bu Agnes yang banyak mengharumkan nama kecamatan hingga tingkat nasional. Itu menjadi pekerjaan rumah bagi saya untuk dapat mengimbangi kinerja beliau,” kata Hari.

Hari yang sebelumnya menjabat Camat Gunung Halu selama enam tahun, mengaku memiliki ikatan emosional dengan Kecamatan Ngamprah. “Saya lahir di Padalarang, jadi benar-benar orang Bandung Barat asli. Sebelumnya saya bertugas di Ciamis selama 12 tahun, kemudian kembali ke Bandung Barat. Alhamdulillah, hari ini dipercaya bertugas di Ngamprah, tempat saya banyak memiliki saudara,” tuturnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan yang disaksikan oleh para undangan. Suasana haru sempat terasa ketika Haji Yeye, mewakili masyarakat Kecamatan Ngamprah, menyampaikan kesan dan pesannya.

“Kami, masyarakat Kecamatan Ngamprah, merasa kehilangan dengan kepergian Bu Agnes. Beliau adalah pemimpin yang baik, selalu hadir dalam setiap kegiatan masyarakat. Semoga di tempat yang baru, Bu Agnes selalu diberikan kelancaran dan keberkahan,” ungkapnya.

Haji Yeye juga menyambut hangat kehadiran Camat Hari Mustika Jachja beserta istri. “Selamat datang kepada Pak Camat yang baru. Semoga dapat memimpin kami dengan lebih baik lagi dan membawa kemajuan bagi Ngamprah,” tambahnya.

Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan cendera mata kepada Agnes Virganty. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusinya selama memimpin Kecamatan Ngamprah. Cendera mata diserahkan oleh Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Ngamprah, Budi Mulyana, disaksikan oleh seluruh tamu undangan.

Peralihan kepemimpinan ini diharapkan dapat membawa semangat baru bagi pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kecamatan Ngamprah, dengan tetap mempertahankan sinergitas yang telah terbangun antara pemerintah kecamatan, desa, dan seluruh elemen masyarakat.

Reporter : Komala Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....