Ivan Gunawan dan King Abdi Meriahkan Buka Puasa Bersama di Dapur MBG Pangauban

Jurnalis9.com. Batujajar. Di tengah hiruk-pikuk bulan suci Ramadan, suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban di Kampung Cibodas, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Ratusan warga, anak yatim, dan para pengguna media sosial TikTok berkumpul untuk mengikuti acara buka puasa bersama yang digagas oleh pemilik SPPG Pangauban, Hendrik Irawan.

Ratusan porsi makanan gratis disiapkan untuk memeriahkan acara yang berlangsung di area Yayasan Azura Berkah Rejeki tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebuah upaya untuk memperkenalkan secara dekat proses pengolahan makanan bergizi kepada masyarakat luas.

Hadir dalam kesempatan itu sejumlah tokoh, di antaranya publik figur Ivan Gunawan, juru masak kenamaan King Abdi yang merupakan peserta MasterChef Indonesia musim ke-12, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, IKADIN Kabupaten Bandung Barat, perwakilan Gubernur Jawa Barat, Camat Batujajar, Kepala Desa Cangkorah dan Pangauban, serta unsur TNI dan Polri.

Hendrik Irawan, yang mengelola tujuh dapur SPPG di wilayah Batujajar dan sekitarnya, menjelaskan bahwa motivasinya menjalankan program presiden Prabowo tentang Makan Bergizi Gratis (MBG) lahir dari kecintaannya pada dunia kuliner. Pria yang telah berkecimpung di industri katering pabrik sejak 2007 ini ingin memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang baik.

“Saya basic di makanan. Saya hobi masak sehingga berharap anak Indonesia tumbuh besar dengan gizi. Saya mengelola industri selama 19 tahun dengan katering pabrik untuk karyawan. Saya ingin program ini berjalan sehingga anak Indonesia pintar,” ujar Hendrik di sela-sela acara.

Ia menambahkan, program seperti MBG di India sudah puluhan tahun berjalan untuk memberi makan gratis juga bagi anak-anak. Visi misi saya menjadikan brand MBG yang bermutu dan bagaimana cara membuat makanan murah dan enak untuk MBG,” katanya.

Dalam kesehariannya, SPPG Pangauban ini mengolah sekitar 4.000 porsi makanan setiap hari. Proses memasak dimulai pukul 23.00 WIB agar makanan siap didistribusikan pukul 09.00 WIB. Menurut Hendrik, menu seperti dimsum menjadi salah satu hidangan yang paling disukai oleh anak-anak.

Kehadiran Ivan Gunawan dalam acara ini bukan tanpa alasan. Hendrik sengaja mengundangnya karena melihat ketertarikan sang artis terhadap program makan bergizi. Ivan Gunawan, yang juga memiliki 12 restoran di berbagai daerah, mengaku takjub saat pertama kali melihat langsung proses produksi di dapur SPPG.

“Pertama kali melihat begitu proporsional, begitu steril, begitu bagus dapur MBG. Saya mengenal MBG hanya dari postingan media sosial, tapi hari ini bisa diundang, melihat keseriusan itu luar biasa. Ada ahli gizi, semuanya rapi,” ungkap Ivan Gunawan.

Pria yang akrab disapa Igun ini juga menyoroti pentingnya kesabaran dalam mengelola makanan untuk masyarakat luas. Ia mengaku belum sanggup untuk mengelola dapur MBG karena tantangannya yang besar. “Buat teman-teman yang punya SPPG, buat saya itu kesabarannya sudah seperti kanebo. Kalau saya sih masih setebal tissue dan dari lubuk hati yang saya rasain, kayaknya nggak sanggup saya,” tuturnya.

Meski demikian, Ivan aktif dalam kegiatan sosial melalui program Dapur Sedekah Subuh yang ia rintis. Program tersebut kini mampu memproduksi 500 porsi makanan setiap harinya. “Tadinya awalnya gerakannya saya lakukan sendiri, tapi akhirnya saya posting, dan netizen ikutan. Jadi Alhamdulillah jumlahnya yang tadinya setiap hari hanya 100 porsi, sekarang bisa jadi 500 porsi,” ceritanya.

Kegembiraan semakin terasa saat King Abdi melakukan aksi live cooking. Ia menyajikan beberapa hidangan untuk 500 hingga 700 porsi, seperti oseng daging, oseng mercon, serta tumis sayur jamur buncis. Aksi ini tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi pengelola dapur lain tentang teknik memasak dalam jumlah besar dengan kualitas terjaga.

Ahmad Sopian, Kepala SPPG Pangauban, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi unit SPPG lainnya untuk terus berinovasi, terutama dalam menghadirkan masakan berkualitas meskipun para petugas tengah menjalani ibadah puasa.

“Kehadiran para tenaga ahli tersebut membuktikan bahwa teknik pengolahan yang mahir sangat menentukan kualitas hidangan bagi masyarakat,” ujar Ahmad.

Setelah sesi memasak dan kunjungan ke dapur, acara dilanjutkan dengan tausiah oleh ustadz setempat. Dalam ceramahnya, disampaikan empat golongan orang yang dirindukan oleh Alquran, yakni mereka yang rajin membaca Alquran, menjaga lisan dari perkataan buruk, memberi makan orang yang lapar, serta mereka yang berpuasa di bulan Ramadan. Pesan ini sejalan dengan semangat berbagi yang diusung dalam acara tersebut.

Puncak acara adalah momen berbuka puasa bersama. Ratusan warga duduk berdampingan, menikmati hidangan yang telah dimasak oleh King Abdi dan tim SPPG. Di sela-sela antrean, warga tampak antusias mengikuti games dan alunan musik dari band yang tampil menghibur.

Sementara itu, terkait operasional program MBG, Ahmad Sopian menyampaikan bahwa saat ini SPPG Pangauban telah mengaktifkan tiga dapur dengan sistem pemerataan porsi sekitar 2.700 per hari. Meskipun sempat jeda karena libur Lebaran, program akan segera dilanjutkan sebagai bagian dari dukungan terhadap visi Indonesia Emas 2045.

“Tujuannya adalah menyediakan menu terbaik bagi generasi bangsa, dimulai dari lingkungan terkecil di Desa Pangauban,” tutupnya.

Reporter : Wana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....