Hari Pertama Beroperasi SPPG Yayasan Anak Indonesia Emas Layani Ratusan Penerima Manfaat

Jurnalis9.com. Bandung Barat, 1 April 2026. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Anak Indonesia Emas di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat mulai menjalankan distribusi perdana makanan bergizi kepada penerima manfaat. Pada hari pertama ini, sekitar 460 porsi makanan disalurkan ke lima titik sasaran.

Kepala SPPG Pangauban, Andri Lauren Lumi, menjelaskan proses distribusi telah dipersiapkan sejak sehari sebelumnya melalui tahapan kerja yang terstruktur.
“Dimulai dari pengadaan bahan baku dari supplier, kemudian masuk ke area loading dan langsung dipisahkan ke gudang basah dan gudang kering,” ujar Andri.

Ia menyebutkan, proses persiapan bahan dilakukan sejak sore hari sekitar pukul 15.30. Tenaga harian lepas mulai mengolah bahan awal seperti memotong bumbu, sayuran, hingga daging sebagai tahap awal sebelum memasuki proses memasak.

Memasuki malam hari sekitar pukul 23.00, kegiatan dilanjutkan dengan proses memasak yang dipandu oleh juru masak. Dengan jumlah penerima manfaat yang masih berada di kisaran 400-an, proses memasak dapat diselesaikan sekitar pukul 04.30 pagi.
“Alhamdulillah, tenaga harian lepas bisa beradaptasi dengan cepat, sehingga belum ada kendala berarti,” katanya.

Setelah itu, makanan langsung didistribusikan pada pagi hari mulai pukul 07.00 hingga 07.30 agar segera diterima oleh pihak sekolah dan kelompok sasaran lainnya.

Untuk menjaga kualitas, pihak SPPG juga memberikan catatan agar makanan dikonsumsi dalam waktu 2 hingga 4 jam setelah diterima. Hal ini dilakukan guna menghindari penurunan kualitas makanan.

Distribusi perdana ini menyasar lima titik, yakni Posyandu Anggrek 3, SPS Al-Huda, Posyandu Anggrek 2, Nurul Qomar, serta Posyandu RW 01. Selain itu, penerima manfaat juga mencakup kelompok B3, yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Asisten lapangan, Syehabudin, mengatakan distribusi berjalan lancar meski pihaknya masih menunggu tanggapan dari penerima manfaat.
“Untuk saat ini belum ada tanggapan karena paket baru sampai. Nanti setelah pengembalian wadah, kami akan menerima evaluasi,” ujarnya.
Adapun menu yang disajikan pada hari pertama terdiri dari nasi, ayam goreng kalasan, tahu goreng, capcay, serta buah semangka yang telah disesuaikan dengan standar kebutuhan gizi.

Dalam operasionalnya, SPPG menerapkan standar ketat, terutama dalam menjaga kebersihan dan keamanan pangan. Setiap tenaga kerja diwajibkan menggunakan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, penutup kepala, serta memastikan kebersihan diri sebelum masuk dapur.

Selain itu, seluruh bahan makanan yang masuk juga melalui proses pemeriksaan ketat, mulai dari dokumen pembelian, kondisi fisik, hingga kualitas bahan. Jika tidak sesuai standar, bahan akan ditolak.

Ke depan, SPPG Pangauban berencana menambah jumlah distribusi. Pada awal pekan mendatang, jumlah porsi ditargetkan meningkat hingga sekitar 1.000 porsi seiring dengan kesiapan tenaga dan operasional.
“Harapannya distribusi berjalan lancar dan penerima manfaat merasa puas dengan sajian yang diberikan,” kata Syehabudin.

Reporter : Rega

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....