Jurnalis9.com Bandung, 10 April 2026. Partai Gema Bangsa Jawa Barat menggelar kegiatan halalbihalal yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi wilayah (rakorwil) di Kantor DPW dan DPC Partai Gema Bangsa, Jalan Setiabudi No. 35, Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi kader pasca-Ramadan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD Kota Bandung Partai Gema Bangsa Adi Wibowo, jajaran pengurus DPW Jawa Barat, para ketua DPC se-Kota Bandung, serta kader dan sayap partai. Selain menjadi ajang saling memaafkan, pertemuan ini juga diisi dengan pemaparan program dan penguatan ekonomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua DPD Kota Bandung, Adi Wibowo, menegaskan pentingnya kader partai untuk memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Ia menyebutkan bahwa peran kader tidak hanya sebatas aktivitas politik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

“Wakil rakyat harus memahami rakyatnya. Kita ini garda terdepan. Kalau masyarakat tidak terakomodasi, tentu akan sangat disayangkan,” ujarnya.
Ia juga mendorong kader untuk mengubah pola pendekatan dengan mengedepankan kemandirian usaha sebagai pintu masuk membangun basis keanggotaan.
“Jangan berpikir seperti partai terdahulu. Mulailah dari bisnis untuk menjaring anggota. Ada gula ada semut,” katanya.
Menurut Adi, kegiatan halalbihalal ini menjadi awal untuk menggerakkan kembali organisasi setelah sebelumnya fokus pada ibadah selama Ramadan. Ia berharap seluruh pengurus memiliki semangat yang sama dalam membangun partai secara kolektif.

“Kita mulai perjuangan dengan hati yang bersih. Kalau awalnya bersih, ke depan juga akan bersih,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, sejumlah pelaku UMKM turut memberikan paparan. Bubun, pelaku usaha kuliner sekaligus Ketua UMKM Babakan Ciparay, mengajak kader, khususnya perempuan, untuk aktif membangun usaha mandiri.
“Perempuan harus bersatu untuk saling mendukung UMKM,” katanya
Ia menjelaskan, pihaknya telah membina jaringan UMKM di 30 kecamatan dan 16 DPD, dengan program pembinaan mulai dari perizinan PIRT hingga akses permodalan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga.

“Kita tidak hanya membimbing, tapi juga membantu akses modal, tentu melalui proses verifikasi,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan usaha sederhana seperti penjualan jajanan sarapan yang mampu menghasilkan keuntungan harian sekitar Rp200 ribu jika dikelola secara konsisten.
Sementara itu, pelaku usaha lainnya, Idris Cahyadi, memperkenalkan peluang usaha kuliner melalui kemitraan Pizza Bossqu dan Teh Poci. Ia menyebutkan bahwa usaha tersebut dirancang agar mudah dijalankan oleh masyarakat.
“Prinsipnya sederhana, jualan saja dan cari tempat,” katanya.
Dengan modal awal sekitar Rp1,5 juta, mitra sudah dapat memulai usaha pizza dengan dukungan perlengkapan dan pelatihan. Selain itu, tersedia pula kemitraan minuman teh poci dengan skema tertentu.

Paparan lainnya disampaikan oleh Dedi dari PT Nembongan Karya Agung yang menawarkan konsep “satu keluarga satu investor”. Ia mendorong keluarga untuk membangun perencanaan ekonomi, termasuk membuka peluang kerja ke luar negeri bagi generasi muda.
Menurut dia, peluang tersebut dapat diakses dengan persyaratan dasar seperti paspor, SKCK, dan pemeriksaan kesehatan, serta didukung kerja sama dengan lembaga keuangan.
Kegiatan ini juga menegaskan arah gerakan Partai Gema Bangsa yang menitikberatkan pada kemandirian ekonomi masyarakat. Partai yang dideklarasikan pada 17 Januari 2026 ini mengusung visi desentralisasi dan pemberdayaan berbasis komunitas.
Melalui kegiatan konsolidasi seperti ini, Gema Bangsa berharap dapat memperkuat struktur organisasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat dengan menghadirkan program yang dirasakan langsung manfaatnya.
Reporter : Aqi