Aplikasi Ladang Jadi Kanal Resmi Aduan PJU di Bandung Barat

Jurnalis9.com Bandung Barat, 5 Mei 2026. Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi berbasis digital bernama “Ladang” sebagai sarana pelaporan kerusakan Penerangan Jalan Umum (PJU). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat respons penanganan sekaligus memastikan setiap aduan tercatat secara sistematis.

Kepala Bidang Teknik Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Herry Aripin, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam menyampaikan keluhan secara langsung dan terstruktur. Melalui layanan ini, warga dapat mengirimkan laporan disertai informasi lokasi hingga kebutuhan perbaikan yang diperlukan di lapangan.
“Aplikasi ini berbasis elektronik dengan nomor layanan 0851-6956-1406. Kami menamainya Ladang, singkatan dari lapor, datang, caang. Insya Allah dalam waktu 3×24 jam laporan akan kami proses,” ujar Herry saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, setiap laporan yang masuk akan diteruskan kepada tim teknis untuk segera ditindaklanjuti. Sistem dalam aplikasi juga memungkinkan identifikasi kebutuhan komponen secara lebih akurat, sehingga proses perbaikan dapat dilakukan tanpa hambatan berarti di lapangan.

Menurut Herry, penggunaan aplikasi Ladang mulai berjalan sejak November dan hingga kini telah menerima berbagai laporan dari masyarakat. Dalam sistem tersebut, pelapor diminta mencantumkan titik koordinat, lokasi detail, serta jenis kerusakan yang terjadi.
“Dengan data yang lengkap, tim kami tidak perlu meraba-raba saat turun ke lapangan. Semua sudah teridentifikasi sejak awal,” katanya.

Dalam implementasinya, Dishub juga menerapkan sistem antrian berbasis digital. Setiap laporan akan mendapatkan nomor pengaduan lengkap dengan waktu masuk, sehingga proses penanganan dapat dilakukan secara berurutan dan transparan.

Pendekatan ini dinilai penting mengingat luas wilayah Kabupaten Bandung Barat yang mencakup berbagai daerah dengan kondisi geografis berbeda. Meski demikian, Herry memastikan seluruh laporan tetap akan ditangani sesuai urutan dan tingkat kebutuhan.
“Semua pengaduan akan masuk ke dalam database kami. Dari situ kami juga bisa memfilter kebutuhan komponen yang diperlukan sesuai lokasi yang dilaporkan,” ujarnya.

Herry mengakui, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah belum meratanya pemahaman masyarakat terhadap penggunaan aplikasi tersebut. Selama ini, sebagian warga masih menyampaikan keluhan melalui pesan pribadi atau aplikasi perpesanan biasa.

Meski tetap ditindaklanjuti, laporan yang tidak melalui aplikasi dinilai kurang optimal dalam hal pencatatan dan inventarisasi kebutuhan perbaikan.
“Walaupun disampaikan langsung, tetap kami masukkan ke sistem agar terdata. Namun kami berharap masyarakat bisa menggunakan aplikasi supaya lebih tertib dan terintegrasi,” kata Herry.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan, jumlah PJU yang telah terpasang di Kabupaten Bandung Barat saat ini mencapai sekitar 12.000 titik. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari aset yang diserahkan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta penambahan sejak 2018 hingga 2026.

Pada tahun 2026, penambahan PJU diperkirakan mencapai sekitar 900 titik, sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan infrastruktur penerangan jalan di wilayah tersebut.

Sementara itu, untuk wilayah yang belum memiliki fasilitas PJU, masyarakat diarahkan untuk mengajukan permohonan melalui pemerintah desa setempat. Proposal yang diajukan nantinya akan menjadi dasar pertimbangan untuk penambahan infrastruktur baru.
“Untuk pemasangan baru, masyarakat dapat berkoordinasi dengan kepala desa agar dibuatkan proposal. Selanjutnya akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” ujar Herry.

Melalui pemanfaatan aplikasi Ladang, Dishub Kabupaten Bandung Barat berharap partisipasi masyarakat dapat semakin meningkat dalam menjaga kualitas penerangan jalan. Keberadaan sistem ini juga diharapkan mampu mempercepat respons pemerintah terhadap kebutuhan riil di lapangan.
“Kami menunggu laporan masyarakat sesuai kondisi sebenarnya di lapangan. Dengan begitu, perbaikan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” kata Herry.

Reporrer : Komala Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....