Reses DPRD KBB di Pasir Angling, Dedi Hernawan Tekankan Pentingnya Literasi Politik dan Aspirasi Masyarakat

Jurnalis9.com Lembang, 12 Juni 2026. Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat dari Fraksi Gerindra, Dedi Hernawan, menggelar kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang II di Kampung Pasir Angling, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya peran politik dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Dedi Hernawan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang hadir serta kepada Reni selaku pihak yang memfasilitasi pertemuan tersebut. Ia memperkenalkan dirinya sebagai warga Cibodas yang saat ini mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Dedi, reses merupakan kewajiban konstitusional anggota dewan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Melalui kegiatan tersebut, anggota legislatif diwajibkan bertemu langsung dengan konstituen di daerah pemilihannya untuk menyerap berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

“Reses bukan sekadar pertemuan biasa. Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pokok pikiran DPRD yang nantinya diperjuangkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pokok-pokok pikiran DPRD merupakan usulan yang berasal dari kebutuhan riil masyarakat dan menjadi salah satu sumber dalam penyusunan program pembangunan pemerintah daerah. Karena itu, masyarakat diharapkan aktif menyampaikan usulan maupun persoalan yang dihadapi di lingkungannya.

Selain menyerap aspirasi, Dedi juga memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Menurutnya, kehidupan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari berbagai keputusan politik yang dihasilkan pemerintah.

Ia menilai kebijakan publik yang diambil pemerintah akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari harga kebutuhan pokok, pelayanan publik, hingga berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

“Siapa pun pemimpinnya, masyarakat tetap harus bekerja dan mencari nafkah. Namun kebijakan politik yang dibuat pemimpin akan memengaruhi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu politik penting untuk dipahami,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi, khususnya di era digital dan media sosial saat ini. Ia menilai derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam melakukan verifikasi dan penyaringan informasi.

Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar di media sosial dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Oleh karena itu, masyarakat perlu memperluas wawasan dan meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan maupun berpotensi memecah belah persatuan.

Dedi turut menyampaikan sejumlah informasi terkait program pemerintah yang telah dirasakan masyarakat, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau wilayah Pasir Angling, Desa Suntenjaya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama tahun 2025 dirinya telah membantu sejumlah kelompok tani dalam mengakses bantuan pemerintah. Namun, bantuan tersebut harus melalui tahapan dan persyaratan yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Saat ini, kata dia, proses pengajuan bantuan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat sudah dilakukan secara digital melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Selain itu, pencairan bantuan juga harus dilengkapi dengan Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) sebagai bagian dari mekanisme administrasi yang berlaku.

Pada bagian lain, Dedi menyinggung pelaksanaan pemilihan kepala desa yang akan berlangsung pada periode mendatang. Ia mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin desa yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai.

Menurutnya, terdapat lima modal utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni kemampuan intelektual, sosial, pemahaman kultur dan karakter wilayah, kapasitas politik dalam memahami program pembangunan, serta kemampuan finansial dalam mengelola anggaran secara bertanggung jawab.

Dalam forum tersebut, Dedi juga menyampaikan dukungannya kepada Cicin Suhartini yang berencana kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Desa Suntenjaya tahun 2027.

Sementara itu, Cicin Suhartini meminta doa dan dukungan masyarakat atas niatnya untuk kembali maju dalam kontestasi pemilihan kepala desa mendatang.
“Saya mohon doa dan dukungan dari masyarakat. Insya Allah saya akan mencalonkan kembali sebagai kepala desa pada tahun 2027,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan, termasuk permohonan bantuan untuk pengecatan masjid. Selain itu, warga juga menyampaikan berbagai persoalan pelayanan publik yang dihadapi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Dedi mengajak warga untuk tidak ragu menyampaikan berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi, baik terkait layanan BPJS, administrasi kependudukan, data kesejahteraan sosial, maupun kebutuhan pembangunan lainnya.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara masyarakat dan wakil rakyat menjadi kunci agar setiap aspirasi dapat diperjuangkan dan diakomodasi dalam program pembangunan yang lebih tepat sasaran bagi warga Kabupaten Bandung Barat.

Reporter : Komala Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....