Jurnalis9.com Bandung, 28 Juni 2026. Pergantian kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) 234 Solidarity Community (SC) Jawa Barat untuk masa bakti 2025–2029 tidak hanya menjadi agenda organisasi. Di tengah meningkatnya tuntutan publik agar organisasi kemasyarakatan mampu memberi manfaat nyata, kepengurusan baru dihadapkan pada tantangan membuktikan bahwa keberadaan ormas dapat menjadi bagian dari solusi sosial, bukan sekadar wadah berhimpun.
Pesan itu mengemuka dalam Konvensi Wilayah (Konvenwil) dan pelantikan DPW 234 SC Jawa Barat di Krakatau Ballroom Hotel Horison Bandung, Minggu (28/6). Ketua DPW Jawa Barat William Salim bersama jajaran pengurus resmi menerima amanah untuk memimpin organisasi selama lima tahun ke depan.
Sejumlah pengurus pusat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum DPP 234 SC Sahid Abishalom Soerjosoemarno, Wakil Ketua Umum Ade Widya Harijaya, Sekretaris Jenderal Faris Royan M. Khalifah, para dewan penasihat, serta perwakilan pengurus dari berbagai provinsi.

Ketua Panitia Muhammad Elvan menyebut pelantikan menjadi titik awal komitmen organisasi di Jawa Barat. Menurut dia, arah gerak 234 SC tetap bertumpu pada kegiatan sosial, olahraga, dan budaya sebagai ruang pengabdian kepada masyarakat.
“Hari ini menjadi awal komitmen panji-panji di Jawa Barat. Solidaritas tidak pernah luntur dan tetap membara. Setelah pelantikan ini mari bekerja secara mandiri, solid, meningkatkan kinerja, dan menjaga semangat bersama,” kata Elvan.
Pesan yang disampaikan William Salim memperlihatkan arah kepemimpinan yang ingin dibangun. Ia tidak menempatkan organisasi sebagai ruang kompetisi antarkelompok, melainkan sebagai wadah persaudaraan yang terbuka terhadap keberagaman.
“Tanpa para ketua DPC saya bukan siapa-siapa. Kita ingin menjadi orang-orang yang bermanfaat. Kita ingin besar tanpa menjatuhkan siapa pun. Kita mempunyai semua warna,” ujar William.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena citra organisasi kemasyarakatan selama ini kerap dikaitkan dengan konflik kepentingan maupun persaingan antarorganisasi. William justru menegaskan bahwa pertumbuhan organisasi harus ditempuh melalui karya dan kontribusi sosial.
Ia juga mengingatkan bahwa dirinya telah menjadi bagian dari 234 SC sejak 2008. Pengalaman panjang itu, menurutnya, menjadi bekal untuk membangun organisasi yang santun, mampu berdialog, dan diterima masyarakat luas.
Nada serupa muncul dari Dewan Penasihat Daniel Muttaqin. Ia secara terbuka menyampaikan bahwa perubahan citra organisasi merupakan pekerjaan yang harus diwujudkan melalui tindakan, bukan slogan.
“Merubah image ormas ke arah yang positif. Memberikan manfaat bagi masyarakat. Warna berbeda tetapi kita tetap sama di 234 SC,” ujarnya.

Pernyataan itu mencerminkan kesadaran bahwa kepercayaan publik terhadap organisasi kemasyarakatan tidak lahir dari atribut maupun jumlah anggota, melainkan dari konsistensi menjalankan program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Komitmen yang lebih konkret disampaikan Dewan Penasihat Dian Rahadian. Selain menegaskan hubungan baik dengan berbagai organisasi, termasuk Pemuda Pancasila, ia mengumumkan rencana penanaman 2.000 pohon setiap tahun sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Dian, kolaborasi menjadi kebutuhan agar organisasi kemasyarakatan dapat berkontribusi lebih luas.
“Dengan banyaknya organisasi yang hadir, ini menunjukkan semua ingin berkolaborasi dengan 234 SC. Kita bisa bersinergi dengan semua pihak untuk menghijaukan Jawa Barat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP 234 SC Ade Widya Harijaya mengingatkan bahwa membangun organisasi di Jawa Barat bukan pekerjaan ringan. Ia mengapresiasi perkembangan yang dicapai di bawah kepemimpinan William Salim dan meminta seluruh kader menjaga kekompakan.
Ade juga memberikan pesan kepemimpinan yang sederhana namun substansial. Ketua organisasi, menurut dia, harus mampu mendengar aspirasi anggota, bersikap adil dalam mengambil keputusan, serta memberi ruang bagi kader untuk berkembang.
“Jadilah ketua yang mau mendengar anggotanya, mampu membedakan yang benar dan salah, serta mendukung seluruh kader. Kita bangga ketika kader-kader berhasil,” ujarnya.
Sejak berdiri sebagai komunitas kepemudaan pada 2010 dan berkembang menjadi organisasi nasional pada 2022, 234 Solidarity Community menempatkan kegiatan sosial, budaya, olahraga, dan kemanusiaan sebagai identitas utama. Motto “Solid dalam persaudaraan, tulus dalam pengabdian, nyata dalam karya” serta slogan “Kami tidak sedarah, tapi lebih dari saudara” menjadi nilai yang terus dibawa dalam setiap aktivitas organisasi.
Pelantikan kepengurusan baru DPW Jawa Barat pada akhirnya bukan hanya pergantian struktur organisasi. Tantangan sesungguhnya baru dimulai setelah para pengurus kembali ke daerah masing-masing. Publik akan menilai sejauh mana janji tentang pengabdian, kolaborasi, penghijauan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat benar-benar diwujudkan. Bagi 234 SC Jawa Barat, keberhasilan lima tahun ke depan akan diukur bukan dari besarnya organisasi, melainkan dari luasnya manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Reporter : Komala Sari