Jurnalis9.com Lembang, 25 Sept 2026 Kemeriahan melingkupi Lapangan Bola Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (24/9/2026). Ratusan petani dari berbagai desa berkumpul menggelar parade budaya dan hasil bumi dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional melalui acara Farmers Fun Day 2026.
Dalam perhelatan yang diinisiasi oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bandung Barat bersama BPP Lembang ini, Kontingen dari Desa Cikole sukses mencuri perhatian publik. Mereka tampil penuh warna sebagai rombongan peserta terbanyak dengan membawa aneka kreasinya.

Warga Desa Cikole tampil kreatif mengenakan bermacam kostum unik, mulai dari busana wayang Bima dengan gadanya, topi bentuk ubur-ubur, hingga hiasan onggoh-onggoh menyerupai drone dan traktor berbahan bambu. Tidak hanya itu, mereka juga memboyong hasil panen komoditas sayuran segar menggunakan mobil bak terbuka.
Kepala Desa Cikole, Tadjudin, mengaku sangat bangga dan mengapresiasi semangat warganya yang begitu tinggi dalam memeriahkan pesta tahunan para petani ini.

”Masyarakat sangat antusias mengikuti karnaval dengan membawa potensi hasil pertanian desa. Berbagai kostum menarik juga ditampilkan. Harapannya semoga hujan cepat turun dan hasil pertanian warga bisa semakin meningkat,” ujar Tadjudin saat ditemui di lokasi acara.
Kehadiran kontingen Desa Cikole memang menjadi representasi penting potensi hortikultura di wilayah Lembang. Berada di kawasan dataran tinggi, Desa Cikole selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil sayur-mayur sekaligus destinasi wisata alam terkemuka di Jawa Barat.

Namun di balik kemeriahan pawai tersebut, para petani menyimpan berbagai tantangan nyata. Selain persoalan cuaca dan musim yang sulit diprediksi, masalah stabilitas harga jual sayuran serta tingginya harga obat-obatan dan sarana produksi pertanian masih menjadi beban berat yang dialami para petani di lapangan.
Suara ketidakpastian harga panen ini turut disuarakan oleh perwakilan penyelenggara acara dari BPP Lembang, Jamaluddin. Ia mengingatkan pentingnya perhatian pemerintah dan pemangku kepentingan agar tidak membiarkan petani berjuang sendirian saat masa panen tiba.

”Jangan sampai ketika masa menanam kita ramai-ramai memberikan program, tetapi begitu panen, petani dibiarkan mencari pasar sendiri. Petani tidak cuma butuh bantuan sesaat, tetapi butuh kepastian harga dan perlindungan usaha,” tegas Jamaluddin di hadapan para peserta.
Acara Farmers Fun Day 2026 ini juga mencatatkan sejarah baru dengan meraih Rekor MURI atas pembuatan gugunungan komoditas hortikultura terbanyak. Tatanan gunung sayuran raksasa tersebut memanfaatkan sebanyak 117 jenis tanaman sayur hasil panen kawasan Lembang.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir memberikan dukungan, di antaranya Anggota DPRD KBB sekaligus Ketua KTNA Jawa Barat Dedi Hernawan, Asisten II Setda KBB Ahmad Fauzan Azima, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian KBB Heru Budi Purnomo. dan Camat Lembang Bambang Eko .
Ahmad Fauzan Azima mengapresiasi kekompakan para petani Lembang dan menegaskan komitmen Pemkab Bandung Barat untuk terus mendukung sektor pertanian melalui teknologi, penguatan kapasitas kelompok tani, hingga kemudahan akses pasar.

Di akhir perhelatan, kemeriahan warga Desa Cikole makin lengkap setelah Gapoktan Cipta Mekar dari Desa Cikole dinobatkan sebagai Juara 1 Kategori Karnaval berkat kekompakan dan kreasi kebudayaan yang ditampilkan. Desa Cikole berhasil mengungguli Desa Gudangkahuripan yang meraih posisi kedua dan Desa Wangunsari di urutan ketiga. Sementara itu, untuk Kategori Stand Pameran, gelar Juara 1 diraih oleh Desa Wangunsari, disusul Desa Cibodas sebagai Juara 2, dan Desa Mekarwangi di peringkat 3.
Melalui ajang Farmers Fun Day ini, masyarakat Desa Cikole dan para petani di Lembang berharap momentum Hari Tani tidak sekadar menjadi ajang hiburan semata, melainkan menjadi pijakan nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kepastian harga hasil bumi mereka.
Reporter : Komala