Jurnalis9.com. Bandung Barat, 12 Maret 2026. Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bandung Barat menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim di Gedung HBS, Desa Cimareme. Kegiatan yang berlangsung pada bulan Ramadan ini menjadi ruang silaturahmi para pensiunan sekaligus wujud kepedulian sosial kepada masyarakat.
Puluhan anak yatim menerima bantuan dalam kegiatan tersebut. Para pengurus dan anggota PWRI hadir bersama sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan legislatif dari daerah pemilihan setempat.
Ketua PWRI Kabupaten Bandung Barat, Megaharry Pujiharto, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda sosial organisasi yang bertujuan menjaga semangat berbagi di kalangan para pensiunan aparatur sipil negara.
“Acara hari ini diselenggarakan oleh PWRI dengan agenda berbagi kepada anak yatim. Fokus kami di bulan suci ini adalah murni berbagi,” kata Megaharry.

Menurut dia, kegiatan santunan ini baru menjangkau sekitar 40 hingga 50 anak yatim. PWRI berharap kegiatan tersebut dapat terus dilanjutkan dan diperluas pada tahun-tahun mendatang.
Megaharry menegaskan PWRI merupakan organisasi nonpartisan yang tidak membawa kepentingan politik. Ia menyebut organisasi ini menjadi wadah kebersamaan bagi para pensiunan untuk tetap berbuat sesuatu bagi masyarakat.
“PWRI adalah organisasi non-partisan. Kita tidak membawa bendera partai di sini. Tujuan kami agar para pensiunan tetap bisa berbuat kebaikan bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan sosial ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan selama masa kepengurusannya. PWRI juga membuka ruang kerja sama dengan lembaga sosial lain yang memiliki kepedulian serupa.
Dalam kesempatan itu Megaharry juga menyinggung pentingnya keterbukaan dan komunikasi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Menurut dia, lembaga pemerintahan pada dasarnya merupakan ruang pelayanan publik yang harus terbuka bagi masyarakat.
“Pemda dan DPRD itu rumah rakyat. Dibangun dari pajak rakyat. Karena itu pelayanan publik harus menjadi prioritas,” kata Megaharry.
Acara buka bersama tersebut juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat dari Daerah Pemilihan 1, Asep Miftah Sofwan. Kehadirannya bertepatan dengan masa reses anggota legislatif.

Asep mengatakan momentum tersebut dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mempererat hubungan dengan berbagai elemen sosial di daerah pemilihannya.
“Hari ini saya menghadiri acara PWRI yang dirangkaikan dengan buka bersama dan santunan anak yatim. Kebetulan saat ini saya sedang menjalankan tugas reses,” kata Asep.
Ia menilai PWRI merupakan organisasi yang memiliki potensi besar karena anggotanya berasal dari kalangan pensiunan birokrat yang memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurut Asep, pengalaman tersebut masih relevan untuk mendukung pembangunan daerah, terutama dalam memberikan pandangan dan masukan kepada generasi birokrat yang masih aktif bekerja.
“Di PWRI banyak tokoh yang pernah memegang jabatan penting. Pengalaman mereka tentu bisa menjadi referensi bagi generasi birokrat yang sekarang,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat yang membidangi pemerintahan, Asep juga membuka ruang bagi PWRI untuk menyampaikan aspirasi organisasi.
Ia mengatakan berbagai usulan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat akan diperjuangkan melalui mekanisme yang tersedia di DPRD.
“Saya berharap PWRI aktif menyampaikan usulan atau aspirasi terkait program mereka. Selama itu bermanfaat bagi masyarakat, tentu akan kami dorong melalui kewenangan di DPRD,” kata Asep.
Sekretaris Jenderal PWRI Kabupaten Bandung Barat, Dadan Supardan, menjelaskan bahwa kegiatan sosial pada Ramadan ini merupakan bagian dari rangkaian program organisasi.
Menurut dia, PWRI saat ini memiliki sekitar 3.200 anggota yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pensiunan aparatur sipil negara hingga unsur masyarakat lain.
“Jumlah anggota kami secara kualitatif mencapai sekitar 3.2.00 orang,” ujar Dadan.
Ia mengatakan PWRI juga tengah mempersiapkan sejumlah agenda organisasi, termasuk Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang direncanakan digelar setelah Ramadan bersamaan dengan kegiatan halal bihalal.
Rakerda tersebut antara lain akan membahas pembaruan struktur kepengurusan melalui mekanisme pengisian antarwaktu, menyusul wafatnya beberapa pengurus dalam beberapa waktu terakhir.
Selain itu, PWRI juga merancang sejumlah program strategis, di antaranya pembentukan program Sekolah Lansia serta kegiatan sosial dalam rangka peringatan hari ulang tahun organisasi pada Juli mendatang.
Menurut Dadan, berbagai program tersebut bertujuan menjaga agar PWRI tetap aktif sebagai wadah silaturahmi sekaligus ruang pengabdian bagi para pensiunan.
“Kami ingin organisasi ini tetap hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata dia.
Reporter : Komala Sari