Halal Bihalal PDI-P KBB Jadi Ruang Konsolidasi dan Penguatan Identitas Budaya

Jurnalis9.com, Bandung Barat. 29 Maret 2026. Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai kebudayaan dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan program “DPRD Mengabdi Sapa Warga Berbasis Budaya”, berbagai elemen masyarakat berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Sekretariat DPC PDI Perjuangan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Tuti Turimayanti, Ketua Yayasan Putra Nasional Indonesia Pamriadi, serta Dewan Pertimbangan PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat Megahari. Selain itu, hadir pula kader partai, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi kepemudaan.

Acara diawali dengan penampilan tari jaipongan yang menjadi simbol pelestarian budaya lokal. Kesenian tradisional ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Dalam sambutannya, Pamriadi menekankan bahwa nilai-nilai kebangsaan perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa semangat “Merdeka” bukan hanya slogan, melainkan warisan ideologis yang harus dijaga dan diamalkan oleh seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, kegiatan Halal Bihalal ini juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan partai dengan masyarakat. Ia menilai, aktivitas politik tidak hanya berlangsung pada momentum pemilu, melainkan harus hadir dalam berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Pamriadi juga menyoroti pentingnya soliditas internal partai sebagai fondasi menghadapi agenda politik ke depan. Struktur organisasi hingga tingkat akar rumput dinilai perlu terus diperkuat agar mampu menjalankan peran secara optimal di tengah masyarakat.

Sementara itu, Megahari mengajak seluruh kader untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai titik awal memperkuat kebersamaan. Ia menilai, konsolidasi organisasi harus dilakukan secara berkelanjutan, seiring dengan meningkatnya tantangan politik di masa mendatang.

Ia juga mengingatkan bahwa kesiapan kader tidak hanya diukur dari keinginan untuk maju dalam kontestasi politik, tetapi juga dari kapasitas dan kualitas yang dimiliki. Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan menjadi bagian penting dalam membentuk kader yang siap mengemban amanah.

Di sisi lain, Tuti Turimayanti menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam membangun daerah. Kehadiran berbagai pihak, termasuk penyelenggara pemilu dan organisasi kepemudaan, dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat sinergi.

Ia juga mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan, tidak terbatas pada ranah politik praktis. Menurutnya, gagasan dan inovasi dari kalangan pemuda menjadi salah satu kunci kemajuan daerah.

Dalam aspek kebudayaan, Tuti menegaskan bahwa pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia mendorong setiap wilayah di Kabupaten Bandung Barat untuk menggali dan mengembangkan potensi budaya masing-masing sebagai bagian dari identitas lokal.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui rencana penyelenggaraan kegiatan berbasis budaya secara bergilir hingga tingkat desa. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap budaya daerah.

Selain itu, penguatan struktur organisasi partai juga menjadi perhatian. Konsolidasi hingga tingkat bawah dinilai penting untuk memastikan program-program yang dijalankan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan informasi mengenai pembangunan Monumen Plaza Bung Karno di kawasan GOR Saparua Bandung yang hampir rampung. Kehadiran monumen ini diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata sekaligus pengingat nilai-nilai perjuangan bangsa.

Secara keseluruhan, kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat peran sosial, budaya, dan politik dalam kehidupan masyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat menjadi fondasi dalam mendorong kemajuan Kabupaten Bandung Barat secara berkelanjutan.

Reporter : Ray

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....