Jurnalis9.com. Bandung Barat, 12 April 2026. Warga Kampung Karangsari, RW 3, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, memperbaiki gorong-gorong yang tersumbat akibat intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Saluran air yang tidak berfungsi optimal itu menyebabkan air hujan meluap ke badan jalan. Kondisi tersebut mengganggu arus lalu lintas dan memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Ketua RW 3, Ade Syaipul Bahri, mengatakan genangan air di jalan sudah beberapa kali menyebabkan pengendara terjatuh. “Air hujan meluap ke jalan, otomatis mengganggu kendaraan yang lewat. Sudah ada beberapa pengendara motor yang jatuh, walaupun celakanya masih ringan,” kata Ade saat ditemui di lokasi.

Menurut dia, persoalan drainase itu tidak bisa ditunda karena berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan. Warga kemudian berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya sambil menunggu dukungan anggaran.
Kendala utama, kata Ade, terletak pada keterbatasan dana di tingkat lingkungan. Anggaran RW dinilai belum mencukupi untuk menangani perbaikan infrastruktur secara menyeluruh.
“Untuk perbaikan gorong-gorong ini kita perlu dana. Sementara dana RW terbatas,” ujarnya.

Upaya perbaikan akhirnya mendapat jalan setelah adanya koordinasi dengan pemerintah desa. Kepala Desa Cihanjuang, Gagan Wirahma, disebut turut memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut bersama tokoh masyarakat setempat.
Ade menilai komunikasi lintas tingkat, mulai dari RT, kepala dusun, hingga pemerintah desa, menjadi kunci dalam menyelesaikan masalah di lingkungan. “Yang penting kita selalu koordinasi dengan RT, kadus, dan kepala desa agar persoalan yang ada di tengah masyarakat bisa terpecahkan,” kata dia.
Fenomena tersumbatnya saluran air di kawasan permukiman bukan hal baru, terutama saat curah hujan tinggi. Selain faktor endapan material, penyumbatan kerap dipicu oleh sampah yang terbawa aliran air.
Di sejumlah wilayah Bandung Barat, persoalan drainase menjadi perhatian karena berdampak langsung pada aktivitas harian warga. Luapan air tidak hanya merusak jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan potensi genangan di permukiman.
Perbaikan yang dilakukan warga Karangsari menjadi contoh respons cepat berbasis komunitas. Meski bersifat sementara, langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi dampak langsung di lapangan.
Ke depan, warga berharap ada penanganan yang lebih permanen dari pemerintah daerah agar fungsi drainase kembali optimal, terutama menghadapi musim hujan yang masih berlangsung.
Reporter : Asep.ek