Jurnalis9.com CIMAHI, Warga Cimahi dan sekitar berkumpul di Aula Kantor Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, pada Sabtu (25/4/2026) pagi. Kehadiran mereka bukan tanpa alasan; mereka datang untuk berpartisipasi dalam aksi bakti sosial donor darah dan pemeriksaan kesehatan yang diinisiasi oleh Yayasan Pemuda Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (Zarambah) bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema “Setetes Darah Anda, Menyelamatkan Sesama” ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme yang tinggi dari warga lokal, mulai dari pemuda hingga orang dewasa, yang mengantre dengan tertib untuk menyumbangkan darah mereka melalui Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Umum (RSU) Cibabat.
Ketua panitia penyelenggara menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi pemuda terhadap ketahanan kesehatan di wilayah Kota Cimahi. “Kami ingin membangun semangat bahwa pemuda bukan hanya peduli pada alam, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap keselamatan jiwa sesamanya,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Sinergi Lintas Komunitas
Aksi sosial ini tidak berdiri sendiri. Berbagai organisasi dan komunitas turut memberikan dukungan, di antaranya Agus Bersaudara (DAC Cimahi), komunitas relawan, hingga sektor swasta seperti PKTHN Naturindo. Sinergi ini menunjukkan bahwa isu kemanusiaan mampu menjadi jembatan yang menyatukan berbagai lapisan kelompok kepentingan.
Selain donor darah, panitia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis. Layanan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga, terutama para lansia yang ingin memantau kondisi fisik mereka secara berkala tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat layanan kesehatan besar.

Standar Protokol Kesehatan
Meski antusiasme warga membeludak, pihak penyelenggara tetap memberlakukan syarat yang ketat bagi para calon pendonor. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pendonor diwajibkan berusia antara 17 hingga 60 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kilogram, serta dipastikan dalam kondisi sehat dan telah mendapatkan istirahat yang cukup.
”Tidak semua yang mendaftar bisa diambil darahnya. Kami melakukan skrining ketat, termasuk memastikan mereka tidak sedang dalam masa pengobatan, guna menjaga kualitas darah yang akan didistribusikan kepada pasien yang membutuhkan,” ungkap salah satu petugas medis dari RSU Cibabat.

Melalui slogan “Pemuda Bangkit dan Berkarya dengan Langkah Nyata Membangun Cimahi,” kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan-gerakan serupa di masa mendatang. Bagi warga Cimahi, aksi ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan perwujudan dari gotong royong dalam menjaga martabat kemanusiaan demi mewujudkan kota yang tangguh dan sehat.
Reporter : Komala Sari