Jurnalis9.com Wangunsari, 8 Agustus 2026 Tim futsal ibu-ibu Desa Wangunsari harus puas menjadi juara kedua dalam lomba futsal antar desa se-Kecamatan Lembang yang berlangsung di Lapangan Futsal Fahmi Jaya, Desa Wangunsari, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (8/8/2026).
Wangunsari sebenarnya memiliki peluang besar merebut gelar juara pertama. Namun, setelah bermain tanpa gol hingga waktu pertandingan berakhir, laga final melawan Desa Sukajaya harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam adu penalti tersebut, dua eksekutor Wangunsari gagal mencetak gol setelah tendangannya berhasil ditepis penjaga gawang Sukajaya. Sementara itu, Sukajaya berhasil mencetak dua gol dari dua kesempatan awal.
Skor 2-0 dalam adu penalti membuat Sukajaya keluar sebagai juara pertama, sedangkan Wangunsari menempati posisi runner-up.

Meski gagal membawa pulang gelar juara pertama, Ketua TP PKK Desa Wangunsari Novianti tetap mengapresiasi perjuangan para pemain. Menurut dia, hasil tersebut menjadi bukti bahwa ibu-ibu kader PKK memiliki kemampuan di berbagai bidang, termasuk olahraga.
“Alhamdulillah kami dari Desa Wangunsari mengikuti lomba futsal ibu-ibu antar desa se-Kecamatan Lembang. Kami juara kedua, alhamdulillah,” kata Novianti.
Novianti mengatakan selama ini aktivitas kader PKK identik dengan kegiatan administrasi dan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Namun, pertandingan futsal tersebut memperlihatkan sisi lain dari para kader yang juga mampu berkompetisi di lapangan.
“Ternyata kalau digali lagi, ibu-ibu PKK itu tidak hanya mahir dalam administrasi tetapi bisa dalam olahraga,” ujarnya.

Menurut Novianti, kegiatan tersebut layak dilanjutkan. Ia berharap lomba futsal ibu-ibu tidak berhenti pada penyelenggaraan pertama, tetapi dapat menjadi kegiatan yang mendorong masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai aktivitas rutin.
“Event pertama, mudah-mudahan bisa berlanjut. Bukan hanya sekadar mengikuti lomba saja, tetapi olahraga merupakan suatu aktivitas yang harus tetap didukung,” kata Novianti.
Harapan tersebut menjadi penting karena lomba futsal kali ini mendapat respons cukup besar dari masyarakat. Panitia mencatat sebanyak 45 tim mendaftarkan diri. Namun, karena keterbatasan waktu pertandingan yang hanya berlangsung satu hari, sebanyak 25 tim tidak dapat mengikuti kompetisi dan hanya 20 tim yang tampil.
Ketua TP PKK Kecamatan Lembang Maya Ekawati mengatakan jumlah pendaftar di luar perkiraan panitia. Antusiasme tersebut bahkan terlihat dari dukungan warga yang datang memberikan semangat kepada tim masing-masing.

Bagi Wangunsari, pertandingan tidak berhenti pada hasil akhir. Kekalahan dalam adu penalti justru memberikan pengalaman bagi para pemain untuk menghadapi pertandingan yang lebih kompetitif pada kesempatan berikutnya.
Selain meraih posisi kedua, Wangunsari juga menjadi bagian dari empat tim terbaik dalam kompetisi perdana tersebut. Desa Langensari berada di peringkat ketiga, sedangkan Desa Pagerwangi menempati posisi keempat.
Panitia turut memberikan penghargaan dalam sejumlah kategori. Desa Sukajaya memperoleh penghargaan pemain terbaik, Desa Pagerwangi meraih kostum terbaik, sedangkan Desa Cikole mendapatkan penghargaan suporter teladan.

Novianti berharap keberhasilan Wangunsari menembus partai final dapat menjadi awal pembinaan olahraga perempuan di desa. Menurut dia, keberadaan tim tidak seharusnya hanya aktif ketika ada perlombaan.
Ia mendorong agar aktivitas olahraga tetap mendapat dukungan sehingga para pemain dapat menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kemampuan bermain.
Bagi Wangunsari, posisi runner-up menjadi catatan tersendiri dalam lomba futsal ibu-ibu yang baru pertama kali diselenggarakan di Kecamatan Lembang. Lebih penting lagi, pertandingan tersebut membuka ruang bagi kader PKK untuk menunjukkan bahwa aktivitas perempuan di desa dapat berkembang melampaui kegiatan administratif dan sosial.

Novianti berharap semangat itu tetap terjaga setelah kompetisi selesai. Baginya, olahraga dapat menjadi salah satu cara memperkuat kebersamaan warga sekaligus membuka peluang munculnya lebih banyak perempuan yang aktif dalam kegiatan olahraga di tingkat desa.
Reporter : Komala