Jurnalis9.com Batujajar, 26 Juni 2026. Ratusan siswa, orang tua, dan tenaga pendidik mengikuti kegiatan Demo Masak dan Edukasi Gizi yang diselenggarakan SPPG Pangauban di Kampus 2 SMP-SMK Mahardika, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/6/2026). Kegiatan bertema “Gebyar Masak Kuali Besar” tersebut menjadi bagian dari pengenalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijadwalkan mulai diterima para siswa pada pertengahan Juli mendatang.
Acara yang diprakarsai SPPG Pangauban dengan mengusung motto “Dengan Makan Bergizi Gratis, Menumbuhkan Semangat Belajar dan Prestasi Tanpa Batas” menghadirkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, dunia pendidikan, tenaga ahli gizi, hingga masyarakat. Selebriti Saipul Jamil turut hadir untuk menyemarakkan kegiatan.
Sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir antara lain Camat Batujajar Andi M. Hikmat, perwakilan Dinas HIPKI Kabupaten Bandung Barat Rositawati, Ketua Yayasan Deden Mahpudin, Kepala SMP Mahardika H. Mamat Rahmatullah, S.E., M.Pd., Kepala SMK Mahardika Hj. Nia Herdiani, S.E., M.Pd., Kepala SPPG Pangauban Ahmad Sopian, serta ahli gizi Fenni Yuliani, S.T.P., dan Miza Mustika, S.Gz.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), dilanjutkan hiburan musik, sambutan, serta demonstrasi memasak menu bergizi yang akan disiapkan bagi peserta didik.
Owner sekaligus mitra SPPG Pangauban, Hendrik Irawan, mengatakan program MBG merupakan upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi anak usia sekolah. Karena itu, setiap menu yang disiapkan harus memenuhi standar kualitas, baik dari sisi bahan pangan, pengolahan, maupun penyajian.
“Saya hadir di sini hanya ingin memberikan contoh kepada seluruh mitra dan seluruh SPPG bahwa program ini sangat luar biasa. Kami ingin membuktikan bahwa makanan dan minuman yang kami sajikan berkualitas serta program ini dapat dijalankan dengan baik oleh para mitra yang mendukung program pemerintah,” ujar Hendrik.

Ia menuturkan pengalaman hampir dua dekade bekerja di industri pangan dan katering menjadi bekal dalam mengelola penyediaan makanan dalam jumlah besar dengan tetap memperhatikan standar mutu dan keamanan pangan.
Menurut Hendrik, kegiatan demonstrasi memasak juga menjadi sarana memperkenalkan menu yang nantinya dikonsumsi peserta didik. Dengan demikian, sekolah, orang tua, maupun siswa dapat mengetahui secara langsung kualitas makanan yang akan diberikan.
Sementara itu, Kepala SMP Mahardika H. Mamat Rahmatullah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertepatan dengan pembagian rapor siswa sebelum memasuki masa libur sekolah. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang kepada peserta didik dan orang tua.

“Insyaallah mulai tanggal 13 Juli seluruh siswa SMP dan SMK akan menerima program Makan Bergizi Gratis dari SPPG. Mudah-mudahan dengan adanya program ini kebutuhan gizi anak-anak dapat terpenuhi sehingga mereka menjadi lebih sehat, lebih semangat belajar, serta mampu berprestasi,” katanya.
Ia berharap pemenuhan kebutuhan gizi dapat menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus membantu pertumbuhan peserta didik pada usia sekolah.
Senada dengan itu, Kepala SMK Mahardika Hj. Nia Herdiani menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SPPG Pangauban yang telah mempersiapkan layanan penyediaan makanan bergizi bagi siswa.
Ia berharap pelaksanaan program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh peserta didik dalam jangka panjang.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, acara Demo Masak dan Edukasi Gizi di SMP dan SMK Mahardika secara resmi saya nyatakan dibuka,” ujar Nia.
Dalam sesi wawancara terpisah, Hendrik menjelaskan bahwa saat ini SPPG Pangauban telah melayani lima sekolah di wilayah Batujajar. Menurutnya, seluruh sekolah tersebut telah terlayani sesuai rencana tanpa kendala berarti.
“Untuk selama ini kendala tidak ada, aman, alhamdulillah. Total sekarang ada lima sekolah dan insyaallah semuanya tercover,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan standar operasional setiap dapur penyedia MBG. Menurut Hendrik, kualitas fasilitas, sanitasi, serta tata kelola dapur harus menjadi perhatian utama agar pelayanan kepada penerima manfaat tetap terjaga.
Hendrik menilai evaluasi terhadap dapur yang belum memenuhi standar merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan program. Ia berharap seluruh mitra dapat terus meningkatkan mutu layanan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis semakin kuat.
“Kualitas nomor satu dan dapur harus benar-benar sesuai standar. Kita harus memberi kualitas yang baik, memberi fasilitas dapur yang layak, dan terbuka apabila ada proses pemeriksaan,” katanya.
Ia mengajak seluruh mitra untuk bersama-sama menjaga amanah dalam pelaksanaan program dengan mengutamakan keselamatan pangan, kualitas menu, serta pelayanan yang profesional. Menurutnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan, tetapi juga oleh konsistensi seluruh pihak dalam memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan demo masak dan edukasi gizi tersebut, sekolah, orang tua, serta para siswa memperoleh gambaran mengenai proses penyusunan menu, pengolahan makanan, hingga pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak usia sekolah. Harapannya, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bandung Barat dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesehatan, semangat belajar, serta prestasi peserta didik.
Reporter : Komala Sari