Saat Lapangan Desa Menjadi Ruang Persaudaraan dan Penggerak Ekonomi Warga

Jurnalis9.com Cililin, 3 Agustus 2026 Lapangan Mini Soccer Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, dipenuhi masyarakat yang mengikuti jalannya Turnamen Mini Soccer Karang Taruna Cup Budiharja dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Memasuki hari ketiga pelaksanaan, pertandingan tidak hanya menghadirkan persaingan antarpeserta, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah kegiatan desa mampu mempertemukan warga lintas wilayah dalam suasana yang akrab.

Pemerintah Desa Budiharja sebagai tuan rumah menempatkan kegiatan ini sebagai agenda tahunan yang terus dipertahankan. Kepala Desa Budiharja Ahmad Syarif Hidayat menilai turnamen tersebut memiliki fungsi yang lebih luas dibanding kompetisi olahraga. Di dalamnya terdapat ruang pembinaan generasi muda, penguatan hubungan antarwarga, hingga kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi.

“Agenda ini rutin setiap tahun. Ada kategori SD, SMP, dan putri. Untuk SD dan SMP pesertanya antar-RW di Desa Budiharja, sedangkan kategori putri dibuka untuk desa-desa di wilayah Bandung Barat bagian selatan,” ujar Ahmad Syarif Hidayat.

Kategori putri semula dirancang melibatkan peserta dari tujuh kecamatan. Namun, pelaksanaan berbagai kegiatan Agustus di desa masing-masing membuat jumlah peserta tidak sesuai rencana awal. Pada akhirnya, tujuh tim dari sejumlah desa tetap ambil bagian sehingga kompetisi tetap berjalan sesuai jadwal.

Bagi Pemerintah Desa Budiharja, kondisi tersebut tidak mengurangi tujuan utama penyelenggaraan kegiatan. Ahmad mengatakan, yang ingin dibangun adalah ruang perjumpaan antarmasyarakat. Pertandingan menjadi media untuk mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin di tingkat desa maupun antardesa di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat.

“Harapan kami adalah mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi, bukan hanya di Desa Budiharja, tetapi juga dengan desa-desa lain sehingga hubungan antarwarga semakin baik,” katanya.

Pilihan menjadikan Karang Taruna sebagai motor pelaksana juga menunjukkan adanya proses regenerasi dalam aktivitas kemasyarakatan. Organisasi kepemudaan diberi kesempatan mengelola pertandingan, membangun komunikasi dengan sponsor, hingga melibatkan pelaku usaha setempat. Pengalaman seperti itu menjadi bagian dari pembelajaran organisasi yang sulit diperoleh melalui kegiatan yang bersifat formal.

Dampak lain terlihat pada aktivitas ekonomi di sekitar arena pertandingan. Sekitar 30 stan UMKM memanfaatkan keramaian pengunjung untuk menawarkan berbagai produk kuliner, mulai dari bakso, cilok, batagor, donat, sosis panggang, hingga makanan ringan lainnya. Kehadiran para pedagang membuat kawasan lapangan berubah menjadi pusat aktivitas warga sepanjang pertandingan berlangsung.

Menurut Ahmad Syarif Hidayat, sebagian pelaku UMKM bahkan ikut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi contoh bahwa kegiatan masyarakat dapat berjalan melalui kerja sama berbagai unsur di tingkat desa.

“Kami ingin UMKM ikut berkembang. Ada sekitar 30 stan yang terlibat dan beberapa di antaranya juga menjadi sponsor kegiatan ini,” ujarnya.

Meski mendapat sambutan luas dari masyarakat, Ahmad mengakui fasilitas lapangan masih memerlukan peningkatan. Tingginya minat peserta maupun penonton dinilai sudah sepatutnya diimbangi dengan sarana olahraga yang lebih memadai agar penyelenggaraan kegiatan pada tahun-tahun mendatang semakin baik.

“Kami berharap ada perhatian terhadap fasilitas lapangan agar kegiatan seperti ini bisa berlangsung lebih nyaman dan mampu menampung antusiasme masyarakat,” katanya.

Dukungan juga datang dari Kepala Desa Bongas, Asep Aang, yang hadir mendampingi tim sepak bola putri desanya. Ia berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas sekaligus menjadikan pertandingan sebagai sarana memperkuat hubungan antardesa.

Sementara itu, Kepala Desa Cililin yang juga Ketua APDESI Kecamatan Cililin, Tedi Kurniadi, menyampaikan harapan agar turnamen terus berlanjut dengan jumlah peserta yang semakin banyak. Menurutnya, semakin luas keterlibatan desa-desa di Kecamatan Cililin dan sekitarnya akan memperkuat nilai kebersamaan yang selama ini dibangun melalui olahraga.

Turnamen Karang Taruna Cup Budiharja memperlihatkan bahwa kegiatan di tingkat desa dapat menghasilkan manfaat yang saling berkaitan. Olahraga menjadi pintu masuk untuk memperkuat hubungan sosial, Karang Taruna memperoleh ruang mengembangkan kemampuan organisasi, sementara pelaku UMKM mendapatkan peluang meningkatkan pendapatan dari tingginya kunjungan masyarakat.

Di tengah berbagai cara masyarakat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, inisiatif yang tumbuh dari desa seperti di Budiharja menunjukkan bahwa pembangunan sosial tidak selalu bergantung pada kegiatan berskala besar. Ketika pemerintah desa, organisasi kepemudaan, pelaku usaha, sponsor, dan masyarakat mampu bekerja dalam satu tujuan, kegiatan sederhana dapat memberi dampak yang terasa bagi kehidupan warga. Dari lapangan mini soccer itu, yang tumbuh bukan hanya semangat bertanding, melainkan juga jaringan kebersamaan yang menjadi modal penting bagi perkembangan desa pada masa mendatang.

Reporter : Komala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....