Rangkaian Milangkala Ke-156 Desa Pasirhalang: Dari Pelestarian Budaya hingga Menjaga Stabilitas Pangan

Jurnalis9.com ​Ngamprah, 24 Agustus 2026. Pemerintah Desa Pasirhalang bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memperingati hari jadi atau Milangkala ke-156 Desa Pasirhalang yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (24/8/2026). Perayaan yang dipusatkan di Lapangan CV Cahaya Gumilang ini memadukan kegiatan pelestarian kearifan lokal dengan langkah konkret menjaga stabilitas harga bahan pokok bagi warga.

​Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah dan tabur bunga ke makam para mantan kepala desa terdahulu, dilanjutkan upacara bendera serta pesta karnaval budaya. Seluruh perwakilan dari RW 1 hingga RW 12 berpartisipasi menampilkan pelbagai kreasi seni, mulai dari pawai replika bentuk gajah, naga, dan singa, hingga pertunjukan seni daerah. Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah aksi dalang cilik asli putra daerah, Ghany Yazid Khairy dari sanggar Giri Pancawarha Bandung Barat.

​Kepala Desa Pasirhalang Soleh Muslihat menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi aktif seluruh warga dan dukungan pemerintah daerah. Peringatan berlandaskan semangat kearifan lokal ini ditujukan untuk menggali potensi seni budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga di Desa Pasirhalang, Kecamatan Ngamprah.

​Soleh mengungkapkan, selain pentas seni, rangkaian perayaan dilanjutkan dengan kegiatan senam bersama, gerak jalan, dan pembagian dorpres. Seluruh perayaan akan ditutup dengan acara syukuran melalui pengajian tablig akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di tingkat desa.

​Bersamaan dengan kesenian lokal, warga juga memanfaatkan program Gerakan Pangan Murah (Gapura Amanah) yang dihadiri jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat, perwakilan BPMD, Camat, Danramil, Kapolsek, BPD, serta tokoh masyarakat dan alim ulama. Program pangan murah ini menyediakan 11 hingga 12 komoditas pangan strategis dengan harga di bawah pasar.

​Kepala DKPP Kabupaten Bandung Barat Lukmanul Hakim menjelaskan bahwa program pelaksanaannya ditujukan untuk menekan laju inflasi daerah sekaligus memastikan keterjangkauan akses pangan bagi masyarakat. Komoditas seperti beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar tradisional yang melebihi Rp18.000 per kilogram. Minyak goreng kemasan dipasarkan seharga Rp15.500 per liter.

​Program pengendalian inflasi ini terselenggara atas kerja sama berkelanjutan antara Pemkab Bandung Barat, Badan Pangan Nasional, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, serta Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat. Intervensi harga melalui operasi pasar murah ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga warga sekaligus menekan indeks perkembangan harga di tingkat pasar regional.

​Melalui perpaduan kegiatan sosial, kebudayaan, dan penguatan ketahanan pangan ini, Pemerintah Desa Pasirhalang bersama Pemkab Bandung Barat berupaya mewujudkan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan mandiri.

Reporter : Komala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....