Paguyuban Sepak Bola KBB Siapkan Turnamen U-50 Setelah Laga Persahabatan Tangerang Legend

Jurnalis9.com Batujajar, 18 Juli 2026 Pertandingan sepak bola persahabatan antara FC Paguyuban Sepak Bola Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Persita Tangerang Legend berlangsung hangat di Lapangan Kopassus, Batujajar, Sabtu (18/7/2026). Pertemuan dua tim yang dihuni para pecinta sepak bola dari berbagai latar belakang tersebut tidak hanya menjadi ajang berolahraga, tetapi juga mempererat hubungan antardaerah melalui aktivitas yang menjunjung sportivitas.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edi Syafrudin, M.Pd., yang turut bermain dalam pertandingan itu mengatakan, tim yang mewakili Bandung Barat merupakan Paguyuban Sepak Bola KBB. Anggotanya berasal dari berbagai unsur masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang memiliki minat yang sama terhadap sepak bola.

“Hari ini kami melaksanakan pertandingan sepak bola persahabatan melawan Persita All Star Tangerang Legend. Tim kami merupakan Paguyuban Sepak Bola KBB. Disebut paguyuban karena anggotanya berasal dari berbagai unsur masyarakat, termasuk ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat,” kata Edi saat diwawancarai seusai pertandingan.

Menurut Edi, pertemuan dengan Persita Tangerang bukanlah yang pertama. Kedua tim telah beberapa kali menjalin komunikasi melalui kegiatan olahraga. Kesamaan latar belakang sebagai komunitas pecinta sepak bola membuat hubungan tersebut terus terpelihara hingga akhirnya kembali bertemu dalam laga persahabatan di Bandung Barat saat Persita Tangerang Legend melakukan tur ke wilayah Bandung.
“Mayoritas pemain dari Persita merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Tangerang, sedangkan kami tergabung dalam Paguyuban Sepak Bola KBB. Karena sama-sama memiliki hobi sepak bola, akhirnya kegiatan ini bisa terlaksana,” ujarnya.

Jalannya pertandingan berlangsung dalam suasana kompetitif namun tetap penuh keakraban. Pertandingan dibagi ke dalam empat partai, masing-masing berdurasi 30 menit. Pada babak pertama, tim Persita Tangerang Legend tampil lebih dominan dalam penguasaan permainan meski kedua tim mampu menjaga keseimbangan ritme pertandingan.

Memasuki babak kedua, Paguyuban Sepak Bola KBB mulai meningkatkan intensitas serangan. Beberapa peluang berhasil diciptakan melalui kerja sama antarpemain sehingga pertandingan berlangsung semakin menarik. Semangat untuk memberikan perlawanan membuat tempo permainan tetap terjaga meski para pemain berasal dari kelompok usia yang beragam.

Memasuki babak ketiga, kondisi fisik mulai memengaruhi permainan. Pergantian pemain dilakukan lebih sering untuk menjaga kebugaran seluruh anggota tim. Sementara pada partai keempat, suasana pertandingan berubah menjadi lebih santai. Para pemain menikmati jalannya laga dengan ritme yang lebih ringan sebagai penutup kegiatan persahabatan.

Gol bagi tim Paguyuban Sepak Bola KBB dicetak oleh Agus Dadan, Deden Diana, Eded Horison, dan Riki. Para pemain datang dengan rentang usia yang cukup lebar. Pemain termuda berusia sekitar 25 tahun, sedangkan yang paling senior adalah Kang Bonang yang usianya mendekati 60 tahun. Seluruh pemain tampil mengenakan kostum berwarna merah dan hitam setelah menjalani persiapan latihan selama sekitar satu pekan. Sebelum pertandingan ini, tim terakhir kali bermain bersama sekitar tiga bulan lalu.

Edi mengungkapkan, Paguyuban Sepak Bola KBB telah berdiri sekitar dua tahun. Dalam kurun waktu tersebut, komunitas ini telah mengikuti sejumlah pertandingan persahabatan maupun turnamen. Salah satu pencapaian yang pernah diraih adalah menempati posisi ketiga dalam sebuah turnamen di Kota Cimahi.
“Paguyuban ini sudah terbentuk sekitar dua tahun yang lalu. Selama itu kami sudah beberapa kali mengikuti pertandingan, baik kompetisi maupun laga persahabatan. Kami juga pernah mengikuti turnamen di Cimahi dan berhasil meraih juara tiga,” katanya.

Saat ini paguyuban memiliki sekitar 40 anggota. Namun, tidak seluruhnya dapat hadir pada setiap pertandingan karena sebagian besar masih memiliki kewajiban pekerjaan. Dalam setiap kegiatan, biasanya terdapat sekitar 20 hingga 30 pemain yang dapat bergabung sehingga tim tetap mampu berpartisipasi secara optimal.

Selain menjaga kebersamaan, kegiatan olahraga juga menjadi sarana untuk mempertahankan kebugaran. Edi yang sebelumnya dikenal sebagai wasit nasional menilai sepak bola sebaiknya dimainkan dengan menyesuaikan kemampuan fisik masing-masing agar manfaat kesehatan tetap dapat dirasakan.
“Alhamdulillah, walaupun terasa capek, tidak apa-apa. Namanya juga olahraga, khususnya sepak bola, jangan dipaksakan. Yang penting kita menikmati permainan sebagai hiburan sekaligus menjaga kebugaran. Bermainlah sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Ke depan, Paguyuban Sepak Bola KBB berencana memperluas aktivitas melalui penyelenggaraan turnamen kategori U-50 yang diperuntukkan bagi pemain berusia di atas 50 tahun. Rencana tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi para pecinta sepak bola senior untuk tetap aktif berolahraga sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas.

Edi berharap kegiatan persahabatan seperti ini terus berlanjut dan tidak berhenti pada satu pertandingan saja. Menurutnya, latihan rutin dan pertandingan persahabatan menjadi cara sederhana untuk membangun kebugaran, memperluas persahabatan, serta memperkuat silaturahmi antardaerah melalui olahraga yang menjunjung kebersamaan dan sportivitas.

Reporter : Komala Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....