Student Council Leaders Summit 2.0 Dorong Penguatan Kepemimpinan Pelajar, Bandung Barat Siapkan Regenerasi Sejak Bangku Sekolah

Jurnalis9.com Bandung Barat, 1 Agustus 2026. Regenerasi kepemimpinan tidak lahir dalam waktu singkat. Proses itu dibangun melalui pengalaman, ruang belajar, dan pembinaan yang berkelanjutan. Gagasan tersebut menjadi benang merah dalam Student Council Leaders Summit (SCLS) 2.0 yang mempertemukan 216 pengurus OSIS SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Bandung Barat untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda.

Forum yang memasuki angkatan ke-12 itu menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari aktivis muda, anggota DPRD Jawa Barat, praktisi industri, hingga kreator konten. Tema yang diusung, “Tingkatkan Wawasan, Tumbuhkan Keterampilan, Wujudkan Pemimpin Masa Depan”, mencerminkan upaya membangun kepemimpinan pelajar yang adaptif terhadap perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Ketua Umum Forum OSIS Bandung Barat Alvin Rachman Hartaman menyebut organisasi pelajar menjadi ruang awal untuk melatih kemampuan memimpin. Menurutnya, pengalaman berorganisasi membuka kesempatan memperluas relasi, bertukar gagasan, sekaligus membentuk karakter yang dibutuhkan ketika memasuki dunia pendidikan tinggi maupun kehidupan bermasyarakat.

Pandangan serupa disampaikan Dewan Pembina Forum OSIS Bandung Barat, Eka Sandi S. Subrata. Ia menilai perjalanan forum selama 12 tahun menunjukkan bahwa pembinaan pelajar tidak berhenti pada pergantian kepengurusan. Regenerasi yang terus berlangsung menjadi modal penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bandung Barat.

“Para pengurus OSIS SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Bandung Barat adalah aset masa depan. Aset itu harus dirawat, dibimbing, dan dibina agar memiliki integritas serta jiwa kepemimpinan yang positif,” ujar Eka.

Ia menambahkan, forum tersebut juga menjadi wadah yang mempertemukan pelajar dari berbagai sekolah sehingga lahir jejaring yang dapat memberi manfaat ketika mereka memasuki berbagai bidang profesi pada masa mendatang. Menurutnya, banyak pemimpin memulai proses pembelajaran dari organisasi sekolah sebelum memperoleh tanggung jawab yang lebih besar.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Edy Syafrudin hadir mewakili Bupati Bandung Barat. Ia menyampaikan apresiasi pemerintah daerah terhadap konsistensi Forum OSIS Bandung Barat yang mampu mempertahankan pembinaan kepemimpinan pelajar hingga memasuki generasi ke-12.

Edy menegaskan kepemimpinan tidak identik dengan jabatan. Seorang pemimpin harus mampu memberi teladan, menghadirkan solusi, membangun kepercayaan, berpikir kritis, serta memiliki kepedulian sosial. Seluruh kemampuan tersebut, kata dia, tidak muncul secara instan, melainkan dibentuk melalui proses belajar dan pengalaman dalam organisasi.

“OSIS merupakan laboratorium kepemimpinan. Di sana siswa belajar menyusun program, memimpin rapat, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, dan bertanggung jawab terhadap amanah yang diterima,” kata Edy.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga melihat peluang memperluas pola pembinaan tersebut hingga jenjang sekolah menengah pertama. Dalam wawancara usai kegiatan, Edy mengungkapkan Dinas Pendidikan berencana membangun Forum OSIS tingkat SMP dengan mengadopsi pengalaman Forum OSIS Bandung Barat yang selama ini menaungi SMA, SMK, dan MA.

Rencana itu mendapat sambutan positif dari Eka Sandi. Menurutnya, pendidikan karakter akan lebih efektif apabila dimulai sejak SMP sehingga proses pembinaan berlangsung lebih panjang. Ia mengaku telah melakukan pembinaan di salah satu madrasah tsanawiyah dan melihat kesinambungan ketika para siswa melanjutkan pendidikan ke SMA, kemudian aktif kembali dalam organisasi.

Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperkuat kesinambungan pembinaan kepemimpinan sejak usia remaja. Di tengah tantangan era digital, pelajar tidak hanya membutuhkan kecakapan akademik, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, menyaring informasi, serta memiliki tanggung jawab sosial. Organisasi sekolah menjadi salah satu ruang yang memungkinkan kemampuan itu berkembang melalui pengalaman langsung.

Di sisi lain, Forum OSIS Bandung Barat masih menghadapi tantangan yang belum terselesaikan selama lebih dari satu dekade, yakni belum tersedianya sekretariat tetap. Keberadaan ruang bersama dinilai penting sebagai pusat koordinasi, pengembangan program, sekaligus pembinaan organisasi secara berkesinambungan. Harapan itu kini disampaikan kepada pemerintah daerah agar mendapat perhatian dalam penguatan ekosistem organisasi pelajar.

Student Council Leaders Summit 2.0 memperlihatkan bahwa investasi terhadap generasi muda tidak cukup dilakukan melalui ruang kelas. Pembinaan kepemimpinan, karakter, integritas, dan kemampuan berkolaborasi memerlukan wadah yang konsisten serta dukungan berbagai pihak. Ketika pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan organisasi pelajar berjalan dalam arah yang sama, peluang melahirkan pemimpin masa depan yang kompeten dan berintegritas menjadi semakin terbuka. Dari titik inilah proses regenerasi dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberi dampak bagi perkembangan Kabupaten Bandung Barat pada tahun-tahun mendatang.

Reporter : Komala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....