Jurnalis9.com Bandung Barat, 2 Agustus 2026. Musyawarah Daerah (Musda) V Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat menetapkan Edi Rusyandi sebagai ketua untuk masa bakti 2025-2030. Penetapan berlangsung secara aklamasi dalam musda yang digelar di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Minggu (2/8/2026).
Edi Rusyandi merupakan satu-satunya calon yang dinyatakan lolos verifikasi oleh panitia pengarah (Steering Committee) bersama pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, ia mengklaim telah mengantongi dukungan penuh dari 22 pemilik hak suara yang tersebar di 16 kecamatan.
Terpilihnya Edi Rusyandi turut mencatatkan dinamika tersendiri dalam sejarah kepemimpinan partai berlambang pohon beringin itu di Bandung Barat. Ia merupakan adik kandung dari Ketua DPD Golkar Bandung Barat sebelumnya, Dadan Supardan. Transisi kepemimpinan dari kakak kepada adik itu berlangsung tanpa gejolak politik internal yang berarti.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Daniel Mutaqien, mengapresiasi kelancaran rangkaian musda di Bandung Barat. Ia menilai penyelenggaraan yang tertib dan penuh kekeluargaan mencerminkan soliditas kader partai.
“Alhamdulillah, rangkaian Musda di Kota Bogor dan Kabupaten Bandung Barat selama tiga hari ini dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan mencerminkan soliditas kader Golkar yang luar biasa,” ujar Daniel.
Daniel juga menyampaikan apresiasi kepada Edi Rusyandi sebagai kader yang dinilai memiliki loyalitas tinggi. Ia menyebut Edi pernah meninggalkan posisinya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat untuk menjalankan penugasan partai dalam kontestasi pemilihan kepala daerah, meskipun hasilnya belum sesuai harapan.

Sebelum sidang penetapan ketua baru, Edi Rusyandi menyampaikan pandangannya mengenai dinamika musda yang sedang berlangsung. Ia menilai pelaksanaan musda secara umum berjalan lancar dan menjadi sarana bagi seluruh kader untuk merefleksikan serta mengevaluasi perjalanan Partai Golkar di Bandung Barat. Terkait target ke depan, ia menegaskan bahwa perolehan delapan kursi legislatif saat ini harus ditingkatkan. “Targetnya ya harus lebih baik daripada hari ini. Sebab kalau tidak lebih baik, itu kata Nabi juga rugi,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya konsolidasi internal sebagai langkah jangka pendek serta membuka ruang yang terhormat bagi generasi milenial untuk berperan dalam kepengurusan, mengingat pemilih muda menjadi segmen besar pada pemilu mendatang. “Kudu meunang,” katanya, merujuk pada target tunggal partai untuk meraih kemenangan.
Rangkaian Musda V diawali dengan kegiatan pendidikan politik yang diikuti lebih dari seribu kader Golkar dari tingkat desa dan kecamatan. Acara tersebut mengangkat tema “Revitalisasi Kelembagaan dan Kepartaian: Mengakar, Berdaya Juang dan Menang”. Kegiatan dilanjutkan dengan sidang musda untuk menetapkan ketua baru.

Suasana musda berlangsung semarak dengan kehadiran sejumlah tokoh lintas partai. Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat, Anggota DPR RI Dadang Naser, serta Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat beserta jajaran pengurus turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran tamu undangan juga melintasi batas kepentingan partai. Ketua DPC Partai Gerindra Pipih Supriyati, Ketua DPC PKB Sandi Supiyandi, perwakilan Partai Amanat Nasional, serta Ketua DPC PDI Perjuangan Bandung Barat Tuti Turmayanti turut hadir. Para pimpinan dan kader partai hadir mengenakan seragam kebesaran masing-masing, namun duduk bersama dalam suasana penuh keakraban.
Daniel Mutaqien berharap kepemimpinan baru di tingkat kabupaten dapat memperkuat posisi Partai Golkar dalam menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pemilu 2029. Ia menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif dari delapan kursi pada Pemilu 2024 menjadi lebih tinggi, serta penguatan partai di jajaran eksekutif.

Rangkaian musda di tingkat kabupaten dan kota akan berlanjut secara bertahap di wilayah Jawa Barat lainnya. Daniel menargetkan seluruh konsolidasi kepengurusan tuntas tepat waktu agar roda organisasi berjalan optimal.
Dengan terpilihnya kepemimpinan baru, Partai Golkar optimistis energi baru dari para pemimpin daerah mampu memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat serta memperkokoh posisi Golkar sebagai kekuatan politik yang terus berkembang di Jawa Barat.
Reporter : Komala Sari