Pembangunan Sarana Pendidikan di SMP Plus Riyadussyifa Dorong Peningkatan Mutu Pembelajaran

Jurnalis9.com Bandung Barat, 4 Agustus 2026 Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 yang dijalankan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai dirasakan manfaatnya oleh sejumlah sekolah, termasuk SMP Plus Riyadussyifa yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al-Quran Riyadussyifa, Kabupaten Bandung Barat. Bantuan tersebut dinilai mampu meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar sekaligus memperbaiki lingkungan pendidikan bagi para siswa yang sebagian besar menetap di lingkungan pesantren.

Kepala SMP Plus Riyadussyifa, Saeful Bahri, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolah. Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi harapan yang telah lama dinantikan sejak sekolah mulai dirintis.

“Alhamdulillah, selama ini kami berjuang dari awal sampai sekarang. Baru saat inilah Allah mempertemukan kami dengan program revitalisasi dari pemerintah pusat. Dengan adanya revitalisasi ini, anak-anak bisa belajar lebih maksimal, ruang belajar menjadi lebih nyaman, begitu juga lingkungan sekolah,” ujar Saeful Bahri saat ditemui di lingkungan sekolah.

Melalui program tersebut, sejumlah fasilitas berhasil dibangun dan diperbaiki. Di antaranya dua ruang kelas, mushala, pavingisasi lingkungan sekolah, perkerasan lapangan menggunakan blok beton, serta pembangunan pintu gerbang. Penataan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas belajar sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih tertata.

Meski demikian, Saeful mengakui kebutuhan sarana pendidikan di sekolahnya masih belum sepenuhnya terpenuhi. Saat ini sekolah masih memerlukan tambahan ruang administrasi, ruang wakil kepala sekolah, ruang organisasi siswa, serta fasilitas pendukung lainnya agar kegiatan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.

“Sebetulnya kami masih kekurangan beberapa ruangan pendukung. Namun saya tetap bersyukur karena pemerintah telah membantu melalui revitalisasi ini. Mudah-mudahan ke depan fasilitas lainnya juga bisa mendapat perhatian sehingga sekolah semakin berkembang,” katanya.

Kondisi sarana sanitasi juga masih menjadi perhatian. Hingga kini sekolah belum memiliki fasilitas MCK khusus bagi kegiatan pendidikan. Selama ini siswa masih memanfaatkan fasilitas sanitasi yang berada di lingkungan pesantren karena seluruh aktivitas sekolah terintegrasi dengan pondok.

“Untuk MCK sekolah memang belum ada. Saat ini kami masih menggunakan fasilitas yang tersedia di pesantren,” jelasnya.

SMP Plus Riyadussyifa sendiri mulai berdiri pada 2015. Namun proses perizinan operasional berlangsung cukup panjang hingga akhirnya izin resmi diterbitkan pada 2024. Sejak saat itu sekolah menjalankan kegiatan pendidikan secara mandiri dengan memadukan pembelajaran formal dan pendidikan pesantren.

Seluruh peserta didik pada umumnya tinggal di asrama pondok pesantren. Selain mengikuti kurikulum pendidikan formal, mereka juga mendapatkan pembinaan keagamaan melalui program unggulan berupa Tahsin Al-Quran, Tilawah Al-Quran, Tahfidz 30 Juz, serta pembelajaran Kitab Kuning. Hanya sebagian kecil siswa yang berasal dari lingkungan sekitar dan tidak menetap di asrama.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 merupakan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui rehabilitasi bangunan, pembangunan ruang belajar, penataan lingkungan sekolah, serta penyediaan fasilitas penunjang lainnya. Program ini diprioritaskan bagi sekolah yang membutuhkan peningkatan kondisi infrastruktur agar proses belajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan layak.

Saat ini SMP Plus Riyadussyifa masih membuka penerimaan peserta didik baru. Informasi dari pihak sekolah menyebutkan biaya awal pendidikan sebesar Rp2,5 juta, sedangkan biaya pendidikan bulanan sebesar Rp450 ribu yang sudah mencakup kebutuhan mondok dan makan bagi para santri.

Menutup wawancara, Saeful Bahri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang telah diberikan kepada sekolahnya. Ia berharap pembangunan fasilitas pendidikan dapat berlanjut sehingga seluruh kebutuhan sarana belajar dapat terpenuhi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang telah mendukung sekolah kami. Harapan kami, pembangunan fasilitas lainnya dapat terus dilanjutkan agar anak-anak belajar dengan lebih nyaman dan jumlah peserta didik terus bertambah,” tuturnya.

Reporter : Komala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....