DPD Kujang Padjajaran Nusantara Kota Bandung Menata Harlah Ke-2, Pemberdayaan Perempuan Jadi Perhatian

Jurnalis9.com Kota Bandung, 7 Agustus 2026. Persiapan Hari Lahir (Harlah) ke-2 Kujang Padjajaran Nusantara menjadi agenda utama rapat pengurus DPD Kujang Padjajaran Nusantara Kota Bandung di sekretariat organisasi, Jalan Budhi Nomor 26, Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Rapat itu tidak hanya membahas persiapan acara pada Desember mendatang, tetapi juga menyoroti disiplin anggota, komunikasi internal, kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan, dan rencana membangun kemitraan dengan sejumlah unsur pemerintahan di Kota Bandung.

Ketua DPD Kujang Padjajaran Nusantara Kota Bandung Sari Nurlita, S.Pd., mengatakan organisasi perlu terus memperkenalkan keberadaannya kepada masyarakat. Menurut dia, penguatan organisasi harus berjalan bersama dengan kegiatan yang memiliki manfaat sosial serta ruang partisipasi bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan Kujang Padjajaran DPD Kota Bandung bisa terus diakui oleh warga Kota Bandung, bisa diketahui oleh warga Kota Bandung,” kata Sari dalam rapat tersebut.

Salah satu bidang yang mendapat perhatian adalah pemberdayaan perempuan. Sari berharap kaum perempuan dapat memperoleh ruang untuk mengembangkan pengetahuan dan pengalaman melalui kegiatan organisasi. Arah ini menjadi salah satu bagian yang dibicarakan dalam rangkaian Harlah Kujang Padjajaran Nusantara di tingkat pusat maupun daerah.

Di tingkat DPP, kegiatan Harlah Kujang Padjajaran Nusantara direncanakan berlangsung di wilayah Kabupaten/Kota Cikampek. Salah satu agenda yang disebut dalam pembahasan adalah kegiatan dari bidang pemberdayaan perempuan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian organisasi yang melibatkan struktur kepengurusan di berbagai daerah.

Untuk tingkat DPD Kota Bandung, Harlah ke-2 direncanakan berlangsung pada 15 Desember 2026 di Pendopo Kota Bandung. Proposal kegiatan disebut telah disiapkan dan tinggal memasuki proses pencetakan. Yani ditunjuk membantu koordinasi kebutuhan proposal dan persiapan awal kegiatan, sementara rapat lanjutan panitia akan membahas aspek teknis.

Agenda sosial juga disiapkan. DPD merencanakan santunan anak yatim dan bakti sosial bagi masyarakat. Sari menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari program yang ingin dijalankan dalam rangkaian Harlah.
“Rencana kita, selain hari ulang tahun yang kedua, kita mau mengadakan santunan anak yatim dan bakti sosial kepada masyarakat,” ujar Sari.

Di luar agenda Harlah, persoalan internal organisasi menjadi bagian penting dari rapat. Kehadiran anggota mendapat perhatian karena sejumlah kegiatan sebelumnya disebut belum diikuti secara optimal oleh pengurus dan anggota. Pengisian daftar hadir ditekankan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi.

Ketepatan waktu juga menjadi perhatian. Pengurus diminta datang lebih awal dari waktu yang ditentukan agar agenda organisasi dapat berlangsung tertib. Arahan tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi internal masih menjadi pekerjaan yang perlu dijaga seiring bertambahnya agenda organisasi.
Sari juga mengingatkan anggota agar tidak menyebarkan kabar yang dapat menimbulkan persoalan di internal organisasi. Keluhan pribadi, pembicaraan yang belum jelas kebenarannya, dan informasi yang berpotensi memecah hubungan antaranggota diminta tidak dibawa ke forum organisasi.

Dalam konteks organisasi masyarakat, disiplin komunikasi memiliki arti penting. Organisasi dengan struktur yang melibatkan banyak anggota membutuhkan mekanisme komunikasi yang terukur agar perbedaan pendapat tidak berkembang menjadi persoalan internal. Karena itu, arahan mengenai etika komunikasi menjadi salah satu bagian dari konsolidasi yang dibahas dalam rapat.

Sari juga berharap DPD Kujang Padjajaran Nusantara Kota Bandung dapat membangun kemitraan dengan Pemerintah Kota Bandung dan sejumlah lembaga terkait. Unsur yang disebut antara lain Wali Kota Bandung sebagai pembina, Kodim 0618, Polresta Bandung, Kejaksaan Negeri, serta Kesbangpol Kota Bandung.

Harapan membangun kemitraan tersebut menempatkan organisasi pada kebutuhan untuk memiliki program yang jelas, komunikasi kelembagaan yang tertib, dan kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kemitraan dengan pemerintah maupun lembaga lain tetap membutuhkan kesesuaian dengan tugas, kewenangan, dan ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, persiapan Harlah ke-2 DPD Kujang Padjajaran Nusantara Kota Bandung tidak berhenti pada penyiapan agenda Desember. Rapat tersebut memperlihatkan sejumlah pekerjaan organisasi yang berjalan bersamaan: memperkuat partisipasi anggota, menjaga komunikasi internal, menjalankan kegiatan sosial, memberi ruang bagi pemberdayaan perempuan, dan membangun hubungan kelembagaan dengan pemangku kepentingan di Kota Bandung.

Bagi DPD Kujang Padjajaran Nusantara Kota Bandung, keberhasilan agenda tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan, kejelasan program, serta kemampuan pengurus menjaga organisasi tetap terbuka terhadap masyarakat. Harlah menjadi salah satu titik evaluasi mengenai sejauh mana rencana yang disusun dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang terukur dan memberi manfaat nyata.

Reporter : Komala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

....